PERMABUDHI NTT Tolak Kebencian terhadap Papua, Serukan kasih dan Perdamaian
- 14 Sep 2026 16:23 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Peristiwa penembakan yang menewaskan warga asal Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendapat perhatian dari Persatuan Umat Buddha Indonesia atau PERMABUDHI NTT. Di tengah duka dan kemarahan akibat peristiwa tersebut, Ketua PERMABUDHI NTT, Indra Effendy, S-E, M-Pd., mengingatkan masyarakat NTT agar tidak terprovokasi dan tidak menjadikan penembakan tersebut sebagai alasan untuk membenci Papua atau masyarakat Papua.
Menurut Indra, masyarakat harus mampu membedakan tindakan kelompok tertentu dengan masyarakat Papua secara keseluruhan. “Kita harus mampu membedakan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tertentu, dalam hal ini KKB, dengan masyarakat Papua sendiri yang secara keseluruhan menggambarkan kehidupan yang aman dan damai,” katanya.
Indra menegaskan, sebuah tindakan kekerasan tidak boleh melahirkan kebencian baru terhadap kelompok masyarakat yang lebih luas. Ia mengajak masyarakat NTT tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan narasi yang dapat memperkeruh hubungan antarmasyarakat.
Bagi PERMABUDHI, penanganan kasus penembakan harus diserahkan kepada aparat dan pemerintah melalui proses hukum yang tuntas dan adil. Sementara masyarakat diharapkan tetap menjaga persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Indra juga menegaskan bahwa dalam ajaran Buddha, kehidupan manusia merupakan sesuatu yang sangat berharga. Tidak ada persoalan yang dapat dibenarkan dengan cara menghilangkan nyawa sesama manusia.
“Kekerasan hanya akan melahirkan penderitaan dan memperpanjang luka,” ujar Indra.
Karena itu, PERMABUDHI NTT mengajak masyarakat menjadikan tragedi ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, bukan memperluas kebencian. Duka terhadap korban harus tetap disertai dengan sikap bijaksana.
Papua dan NTT, kata Indra, harus tetap menjadi bagian dari Indonesia yang hidup dalam semangat persaudaraan dan perdamaian. Kebencian tidak akan berakhir dengan kebencian. Kebencian hanya dapat berakhir dengan kasih dan kebijaksanaan. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....