Dinas Pendidikan NTT Dorong Sekolah Aman Bencana
- 15 Sep 2026 11:20 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gempa Flores menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memperkuat konsep pendidikan aman bencana di seluruh satuan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTT Ambrosius Kodo mengatakan sekolah perlu membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan menghadapi potensi bencana.
Menurut Ambrosius, ancaman gempa tidak hanya berada di Flores, tetapi dapat terjadi di berbagai wilayah NTT maupun daerah lainnya. Karena itu, sekolah harus menjadi lingkungan yang mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
“Gempa memang terjadi di Flores, tetapi gempa bukan hanya terjadi di Flores. Gempa bisa terjadi di mana saja,” kata Ambrosius pada Rabu, 2 September 2026.
Ia mendorong setiap sekolah mengenalkan potensi ancaman bencana yang berada di sekitar lingkungan satuan pendidikan. Pengetahuan tersebut harus diikuti dengan penyusunan langkah mitigasi yang jelas agar warga sekolah mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Selain pengetahuan, latihan dan simulasi bencana juga perlu dilakukan secara rutin di sekolah. Menurut Ambrosius, simulasi akan membantu siswa, guru, dan seluruh warga satuan pendidikan menjadi lebih siap menghadapi kondisi darurat.
“Dengan sering latihan, dengan mereka tahu potensinya, maka semakin ada upaya berusaha supaya peluang untuk selamat itu lebih tinggi,” ujarnya. Pendidikan kebencanaan dinilai penting agar keselamatan warga sekolah tidak hanya bergantung pada respons ketika bencana sudah terjadi.
Dorongan terhadap sekolah aman bencana juga menjadi bagian dari upaya pemulihan pendidikan setelah gempa Flores. Pemerintah berharap pengalaman dari bencana tersebut dapat menjadi pelajaran untuk membangun satuan pendidikan yang lebih tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....