Dinas Pendidikan Dorong Sekolah Tutup Celah Jam Kosong Pelajar
- 05 Okt 2026 11:38 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang mendorong sekolah memperketat pengelolaan waktu belajar guna mencegah munculnya aktivitas negatif pelajar. Langkah tersebut dilakukan dengan menutup jam kosong serta mengatur waktu kepulangan siswa agar tetap berada dalam pengawasan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Ernest mengatakan jam kosong dapat membuat siswa terdistraksi kegiatan di luar pembelajaran. “Kami melakukan upaya-upaya untuk menutup jam kosong,” kata kepada RRI Kupang, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Ernest, ketika proses belajar mengajar tidak berlangsung, siswa berpotensi mengalihkan perhatian kepada aktivitas lain di luar kelas. “Karena biasanya kalau tidak ada proses belajar mengajar di kelas, anak-anak malah terdistraksi dengan kegiatan-kegiatan di luar,” ujarnya.
Selain menutup jam kosong, sekolah juga diminta mengatur waktu pulang sehingga orang tua dapat segera menjemput anak mereka. Ernest menilai waktu setelah pembelajaran perlu dikelola karena interaksi siswa yang terlalu lama dapat memunculkan aktivitas tidak diinginkan.
“Kalau anak-anak dibiarkan terlalu lama tidak dijemput, atau masih berinteraksi dengan teman-temannya terlalu lama,” katanya. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu munculnya pemikiran atau tindakan yang tidak diharapkan dari kalangan pelajar.
Dinas juga mendorong sekolah menyediakan ruang bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler secara positif. Ernest menyebut sejumlah sekolah telah memiliki kegiatan bela diri yang dapat menjadi saluran bagi energi dan potensi siswa.
“Beberapa sekolah di Kota Kupang itu sudah ada yang namanya school defense atau self defense,” ujar Ernest. Ia menilai kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler perlu didampingi agar terlaksana baik serta membantu siswa mengembangkan potensinya.
Upaya pengelolaan waktu dan kegiatan siswa tersebut diharapkan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih terarah, aman, serta mendukung perkembangan pelajar. Ernest menegaskan pengawasan perlu dilakukan bersama agar siswa memiliki ruang positif untuk belajar, beraktivitas, dan mengembangkan bakat mereka. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....