Insan PLN Gotong Royong Pulihkan dan Amankan Pasokan Listrik Pascagempa Flores

  • 25 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Flores - Pascagempa yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, PT PLN (Persero) bergerak cepat memastikan pasokan listrik masyarakat tetap aman dan stabil. Melalui Unit Pelaksana Transmisi dan Gardu Induk (UPT) Kupang dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Flores Timur, PLN menggandeng Tim Bantuan Kendala Operasi (BKO) dari Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UITJBT) dan Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (UIP3B) Kalimantan untuk menggelar Assessment Material Transmisi Utama (MTU) di Bay Line Ropa, Gardu Induk (GI) Ende, Kamis 20 Agustus 2026.

Kehadiran tim BKO lintas unit ini membawa semangat gotong royong dan keahlian teknis tambahan. Kolaborasi ini tak hanya mempercepat inspeksi pasca-gempa, tetapi juga memperkuat kapasitas tim lokal demi memulihkan keandalan sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Timur.

Sebelum pengujian dimulai, keselamatan personel menjadi prioritas utama. Seluruh tim mengikuti Safety Briefing, dilanjutkan dengan pengecekan parameter dan sudut fasa, pembebasan tegangan Bay Line Ropa, hingga pengamanan sistem selektor dan motor.

Pemasangan grounding pada Fly Bus dan Lightning Arrester (LA) serta lock mekanik dilakukan untuk memastikan area kerja benar-benar aman. Proses assessment berfokus pada pengujian teknis mendalam terhadap sejumlah komponen vital di GI Ende:

Pemutus Tenaga (PMT) : Pengecekan keserempakan, tahanan kontak, tahanan isolasi, serta pemeriksaan gas SF6. Current Transformer (CT) : Pengujian tahanan isolasi, Tan Delta, kapasitansi, dan rasio.

Disconnecting Switch (DS)Line : Pengujian tahanan kontak dan tahanan isolasi. Core Frame Tank (CVT) & Lightning Arrester (LA): Pengujian Tan Delta, kapasitansi, dan tahanan isolasi.

Sistem Proteksi: Pengujian karakteristik dan uji fungsi pada MPU serta BPU. Manager ULTG Flores Timur, Bayu Kurniawan, menegaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh ini penting untuk meminimalkan risiko bahaya tersembunyi pasca-gempa.

"Kolaborasi lintas unit ini memungkinkan kami melakukan pengujian yang jauh lebih komprehensif, sehingga setiap potensi gangguan bisa dideteksi dini dan dicegah," ucap Bayu.

General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, turut memberikan apresiasi atas kesigapan seluruh personel di lapangan. Menurutnya, langkah ini adalah komitmen nyata PLN dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat Flores.

"Kami bergerak cepat dan terukur. Assessment ini adalah langkah preventif agar infrastruktur transmisi pasca-gempa tetap kokoh. Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh tim lintas unit yang bersinergi tanpa lelah di lapangan," kata F. Eko Sulistyono.

Semangat gotong royong tersebut juga dirasakan langsung oleh personel BKO yang terlibat dalam proses assessment. Rendie Ramadhan dari UITJBT menyampaikan rasa syukur karena dapat turut berkontribusi membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa, khususnya melalui upaya pemulihan dan pengamanan sistem kelistrikan.

"Kami bersyukur dan berbahagia dapat menjadi bagian untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa untuk memulihkan kelistrikan di Pulau Flores," ujar Rendie Ramadhan, personel BKO dari UITJBT.

Rangkaian pengujian ditutup dengan pembersihan area kerja, pelepasan grounding, hingga pengembalian sistem selektor ke posisi semula. Pada pukul 15.11 WITA, pemberian tegangan kembali berhasil dilakukan secara aman. Pengecekan akhir parameter dan sudut fasa menunjukkan seluruh peralatan berfungsi normal, sebelum akhirnya kegiatan diakhiri dengan evaluasi bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....