Gubernur NTT: Pemulihan Flores Butuhkan Solidaritas

  • 31 Agt 2026 13:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak gempa di Flores membutuhkan solidaritas, gotong royong, dan kehadiran langsung para pemimpin di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Melki saat memimpin Apel Bersama ASN di halaman Kantor Gubernur NTT, Kupang, Senin 31 Agustus 2026. Apel tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo.

Apel digelar setelah Melki menyelesaikan rangkaian kunjungan lapangan dan peninjauan ke lokasi terdampak bencana di wilayah Flores selama sepekan.

Dalam arahannya, Melki mengapresiasi kesiapsiagaan tim tanggap darurat dan menginstruksikan langkah penanganan lanjutan yang komprehensif.

Ia menyebut aksi nyata solidaritas telah ditunjukkan ASN Pemprov NTT. Lewat kegiatan daerah, termasuk pameran pembangunan yang difokuskan sebagai ruang UMKM dan penggalangan dana, terkumpul donasi sekitar Rp1,3 miliar. Hampir separuh dari total bantuan itu merupakan kontribusi ASN dan pejabat Pemprov NTT.

Mengenai pemulihan Flores, Melki menyampaikan, "Kehidupan harus seperti itu. Kita tidak boleh semuanya ikut berduka dengan cara yang sama. Tapi kita bisa ikut merasakan duka Flores dengan cara kita, aktivitas kita buat normal seperti biasa, tapi spiritnya dalam konteks semangat solidaritas Flores," ujarnya.

Melki optimistis proses rehabilitasi dan rekonstruksi Flores dapat berlangsung lebih cepat dengan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemprov, Pemkab/Pemkot, ASN, serta masyarakat di dalam dan luar negeri.

"Saya percaya, dengan semangat gotong royong seluruh ASN Pemprov NTT, gotong royong bersama kabupaten se-Flores yang terdampak, dan dukungan semua orang NTT, basudara semua di perantauan, pemulihan NTT khususnya di Flores ini akan kita buat lebih cepat," ujarnya.

Pemprov NTT berkomitmen memastikan proses penanganan tanggap darurat dan pemulihan berjalan transparan, terukur, dan tepat sasaran.

Melki juga mengapresiasi Presiden, Wakil Presiden, jajaran kementerian, serta pemerintah daerah yang bergerak cepat menangani bencana di NTT. Ia menekankan pentingnya kehadiran langsung pimpinan daerah di lapangan sebagai dukungan moral bagi warga pengungsi.

"Saya anjurkan semua kepala daerah pergi ke Flores untuk memberikan bantuan langsung di titik-titik lokasi terdampak, supaya bisa rasakan suasana dan kondisi di tengah masyarakat yang terdampak," ujarnya.

"Mereka punya bahasa yang membuat terenyuh, 'Kami sudah biasa susah. Kami sudah biasa miskin, kami sudah biasa menderita. Tapi yang kami butuhkan kehadiran pemimpin'. Itu kata-kata jujur dari rakyat kita," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Melki mengapresiasi Pemprov Bali dan NTB. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal disebut turun langsung menginap di posko dan menjadi salah satu kepala daerah pertama yang menerjunkan relawan serta menyalurkan bantuan logistik.

Di sisi lain, Melki juga menyinggung pelantikan Sekda Provinsi NTT yang baru, Fransiskus Sales Sodo, pada 28/8/2026. Ia berharap kehadiran Sekda baru dapat mengakselerasi program pembangunan daerah di sisa triwulan akhir tahun anggaran.

"Kehadirannya saya berharap membantu kita semua untuk mempercepat pembangunan di NTT. Kita pastikan pembangunan di NTT bisa lebih hebat lagi," ucapnya.

Menutup apel, Sekda Fransiskus Sales Sodo menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan jajaran perangkat daerah atas amanah yang diberikan.

Pemprov NTT memastikan agenda penanganan bencana di Flores dan program pembangunan di Timor, Sumba, serta wilayah kepulauan akan terus berjalan beriringan secara optimal dan berkeadilan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....