Kejurnas Pacuan Kuda Sumba Barat: Lestarikan Budaya, Siap menuju PON 2028

  • 25 Agt 2026 19:06 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Pacuan kuda bukan sekadar deru langkah dan kecepatan di lintasan tanah; ia adalah nadi budaya yang kini melangkah tegap menuju panggung olahraga nasional. Gelora Pada Eweta bergetar Senin , 24 Agustus 2026, saat Kabupaten Sumba Barat resmi membuka Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda bertajuk Road to PON XXII 2028 NTT‑NTB, membuktikan kesiapan sekaligus mengukuhkan peran daerah sebagai tuan rumah yang tak hanya siap bertanding, namun juga menjaga warisan leluhur tetap hidup dan bersinar.

Kehadiran acara bergengsi ini disambut penuh kebanggaan, dihadiri langsung Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga, S.Sos., jajaran pimpinan daerah, Forkopimda, Ketua beserta anggota DPRD, Anggota DPR RI Dr. Umbu Rudy Kabunang, unsur TNI‑Polri, pimpinan OPD, pengurus PORDASI, hingga rombongan pemilik kuda, joki, official, serta pencinta olahraga pacuan kuda yang datang berbondong‑bondong dari berbagai penjuru Indonesia. Suasana penuh semangat sekaligus keakraban menyelimuti lokasi pertandingan, menandai momen bersejarah ini.

Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, S.H., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya. “Pacuan kuda tradisional telah tumbuh menyatu dengan kehidupan masyarakat kita ia adalah bagian tak terpisahkan dari identitas, kebersamaan, dan kekayaan budaya Sumba,” ujarnya, menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan cerminan jati diri yang kini dipersiapkan tampil megah di mata bangsa bahkan dunia.

Kejurnas ini memiliki makna strategis ganda: sekaligus menjadi ajang seleksi dan pengukuran kesiapan menyambut PON 2028, serta wadah mengevaluasi segala aspek mulai dari kualitas kuda, kemampuan joki, kesiapan venue, tata kelola penyelenggaraan, keamanan, pelayanan, hingga kesiapan masyarakat menyambut tamu. “Segala hal yang sudah baik kita pertahankan dan tingkatkan; yang belum sempurna segera kita perbaiki bersama, demi kesuksesan besar di masa depan,” tegas Bupati.

Lebih jauh lagi, ajang ini membuktikan bahwa olahraga mampu menggerakkan roda perekonomian. Setiap kedatangan ribuan peserta, tamu, dan penonton membawa dampak nyata bagi UMKM, perdagangan, transportasi, penginapan, kuliner, hingga pariwisata lokal. “Saat mereka datang, mereka tak hanya melihat pacuan kuda mereka akan menyaksikan keindahan alam, memahami budaya, berkenalan dengan kerajinan tangan, serta merasakan langsung keramahan tulus masyarakat kita,” papar Bupati, menyebut ini peluang emas memperkenalkan Sumba secara utuh.

Pemerintah daerah pun memuji kesiapan dan dukungan penuh Pengurus Pusat PORDASI yang telah turun tangan sejak awal Agustus, serta mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu: menjadi tuan rumah yang ramah, menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan, sehingga keberhasilan PON kelak tidak hanya diukur dari medali atau pertandingan lancar, melainkan dampak jangka panjang, kemajuan, serta kebanggaan yang abadi bagi seluruh masyarakat Sumba Barat dan Pulau Sumba. Dengan seruan “Sumba Barat Siap! Sumba untuk Indonesia! Sukses PON XXII 2028!” bergema keras, lintasan pun resmi dibuka menandai langkah nyata menuju kebangkitan olahraga, budaya, dan kesejahteraan bersama. (YL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....