Erlex Foundation Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Gempa di Sikka
- 24 Agt 2026 15:32 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, kembali hadir di tengah masa pemulihan. Erlex Foundation menyalurkan bantuan sembako tahap pertama kepada masyarakat terdampak gempa melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka, Minggu, 23 Agustus 2026.
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Erlex Foundation terhadap masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar setelah gempa bumi yang mengguncang Sikka pada 15 Agustus lalu. Penyaluran bantuan melalui BPBD dipilih agar proses distribusi dapat berlangsung secara terkoordinasi dan tepat sasaran.
Selanjutnya, bantuan akan diteruskan ke sejumlah wilayah terdampak melalui jaringan pemerintah kecamatan dan desa. Founder sekaligus Pembina Erlex Foundation, Erwin Alexander, mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar pemberian material, tetapi merupakan bentuk kehadiran dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami menyadari bahwa bantuan yang diberikan ini tidak mungkin menggantikan apa yang telah hilang akibat bencana. Namun, setidaknya kami ingin hadir dan ikut meringankan beban saudara-saudari kita yang sedang menghadapi kondisi sulit,” ujar Erwin.
Menurutnya, nilai sebuah kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, tetapi dari kemauan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan. “Bagi kami, kepedulian bukan hanya tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang kemauan untuk hadir ketika orang lain membutuhkan,” katanya.
| Baca juga: Wagub NTT Salurkan Bantuan Alat Produksi |
Erwin menjelaskan, keputusan menyalurkan bantuan melalui pemerintah daerah merupakan bagian dari upaya memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki jaringan hingga tingkat kecamatan dan desa serta data mengenai kondisi masyarakat terdampak.
“Kami memilih untuk menyalurkan bantuan melalui pemerintah daerah agar proses distribusinya dapat terorganisir dengan baik dan bantuan bisa sampai kepada masyarakat yang memang membutuhkan,” katanya.
Erwin menegaskan, bantuan yang diberikan kali ini merupakan tahap pertama. Erlex Foundation akan terus memantau perkembangan kondisi masyarakat di lapangan sebelum menentukan bentuk dukungan selanjutnya.
“Ini adalah bantuan tahap pertama. Kami akan terus melihat kebutuhan masyarakat ke depan. Jika memang masih ada kebutuhan yang bisa kami bantu, tentu kami akan berupaya untuk melanjutkan dengan bantuan tahap berikutnya sesuai kemampuan dan kondisi yang ada,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat terdampak gempa dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal. Erwin juga mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membangun kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi dampak bencana.
| Baca juga: PLN Hadirkan Paket Sembako Murah di Lembata |
“Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang, tetapi ketika itu terjadi, yang bisa kita lakukan adalah saling membantu. Semoga semakin banyak pihak yang tergerak untuk mengambil bagian sesuai dengan kemampuannya masing-masing,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Erlex Foundation atas bantuan yang diberikan bagi masyarakat terdampak. Ia menilai keterlibatan pihak ketiga dalam penanganan pascabencana sangat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Filosi yang sudah meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi 15 Agustus lalu,” ujar Petrus.
Petrus menjelaskan bahwa bantuan dari pihak ketiga dapat disalurkan melalui BPBD untuk memastikan distribusi berjalan secara terorganisir dengan melibatkan pemerintah kecamatan dan desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya tumpang tindih bantuan maupun ketidaksesuaian penerima manfaat.
“Ini diharapkan agar prosedur penyerahan bisa terorganisir melalui pemerintah camat dan desa, untuk menghindari overlapping pemberian atau ketidaksesuaian dengan penerima manfaat,” ucap Petrus.
Ia juga meminta pemerintah desa dan kecamatan menyampaikan data serta informasi yang valid mengenai kondisi masyarakat terdampak, termasuk dilengkapi bukti dan laporan yang diperlukan. Menurut Petrus, validitas data menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
“Kami berharap pemerintah desa dan camat memberikan informasi yang valid dengan bukti-bukti. Begitu juga dengan semua laporan yang perlu disampaikan kepada posko tanggap darurat,” katanya. Di tengah proses pemulihan pascagempa, bantuan dari berbagai pihak menjadi salah satu bentuk solidaritas yang dapat memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak.
Bagi Erlex Foundation, penyaluran bantuan tahap pertama ini bukan menjadi akhir dari kepedulian. Kondisi masyarakat akan terus dipantau untuk melihat kebutuhan yang masih diperlukan di lapangan.
Erwin berharap semangat gotong royong terus tumbuh sehingga masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi situasi sulit seorang diri. Sementara itu, Petrus kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam membantu masyarakat terdampak gempa.
Penyaluran sembako tahap pertama tersebut menjadi bagian dari komitmen Erlex Foundation dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Foundation akan terus memantau situasi di Kabupaten Sikka sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan dukungan berikutnya bagi masyarakat terdampak. (rls/DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....