UNEJ Salurkan Bantuan dan Trauma Healing Bagi Korban Gempa di Ngada NTT

  • 09 Sep 2026 10:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Ngada - Universitas Jember (UNEJ) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Bantuan berupa tenda, obat-obatan, pakaian, hingga layanan trauma healing diberikan Tim Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNEJ Kamis, 3 September 2026.

Setibanya di Ngada, tim PLHK LPPM UNEJ menemui Bupati Ngada, Raymundus Bena, untuk berkoordinasi terkait penyaluran bantuan. Bupati mengapresiasi kehadiran UNEJ dan menegaskan distribusi bantuan harus tepat sasaran.

Tim PLHK LPPM UNEJ menemui Bupati Ngada, Raymundus Bena, untuk berkoordinasi terkait penyaluran bantuan bagi korban gempa. (Foto: Istimewa)

"Penanganan bencana harus dilakukan bersama dan terkoordinasi. Bantuan sebaiknya langsung diarahkan ke lokus sasaran agar segera dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan," kata Raymundus di Ngada.

Ia menilai peran perguruan tinggi penting dalam penanganan bencana. Selain bantuan darurat, perguruan tinggi juga dibutuhkan dalam proses pemulihan dan penguatan kapasitas masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi UNEJ yang tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga hadir langsung melihat kondisi lapangan. Kehadiran perguruan tinggi dibutuhkan bukan hanya saat tanggap darurat, tetapi juga pemulihan," ujarnya.

Bupati berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi terus berlanjut, mencakup pendidikan, kesehatan, psikososial, lingkungan, hingga mitigasi bencana. Kepala LPPM UNEJ, Prof. Dr. Yuli Witono, mengatakan kehadiran perguruan tinggi saat bencana adalah tanggung jawab moral.

"Bantuan ini bentuk kepedulian dan solidaritas UNEJ. Kami harap dapat memberi manfaat nyata untuk kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari masyarakat terdampak," kata Yuli.

Pada Sabtu 5 September 2026, tim menyerahkan tenda kepada SDN Pore di wilayah Riung. Bantuan itu untuk menggantikan ruang kelas yang rusak akibat gempa sehingga kegiatan belajar tetap berjalan.

"Kami melihat dampak gempa tidak hanya kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu pendidikan anak. Karena itu kami berupaya menyediakan tenda agar proses belajar tetap berjalan," kata Ketua PLHK LPPM UNEJ, Dr. drg. Banun Kusumawardani.

Pada Minggu 6 September 2026, tim menyalurkan obat-obatan ke Puskesmas Riung untuk mendukung pelayanan kesehatan pascabencana. Bantuan pakaian dan mukena juga diberikan kepada warga Desa Tado, Kecamatan Riung.

Selain bantuan material, UNEJ juga memberikan pendampingan psikososial. Tim melaksanakan trauma healing bagi siswa SD Inpres Pore di Riung.

Kegiatan ini dirancang untuk membantu anak mengelola rasa takut dan cemas pascagempa melalui aktivitas ramah anak yang edukatif.

"Pemulihan pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada sarana. Anak-anak juga butuh pemulihan psikologis agar bisa kembali bermain, belajar, dan percaya diri," ujar Yuli.

Sementara itu Banun menambahkan, pendampingan psikososial sama pentingnya dengan bantuan material. "Kami ingin hadir secara manusiawi, mendengarkan dan menguatkan masyarakat, khususnya anak-anak terdampak bencana," ucapnya.

Rangkaian kegiatan UNEJ di Ngada mencakup koordinasi dengan pemerintah, bantuan tenda, obat-obatan, pakaian, hingga trauma healing. Dengan pendekatan material, pendidikan, kesehatan, dan psikososial, UNEJ berharap dapat membantu membangun kembali semangat dan ketangguhan masyarakat Ngada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....