GMNI Dorong Kampus Beri Kebijakan Berpihak kepada Mahasiswa Terdampak Gempa
- 22 Agt 2026 09:52 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut mengancam keberlangsungan pendidikan mahasiswa asal daerah terdampak yang sedang menempuh studi di Kota Kupang. Kondisi tersebut menjadi perhatian DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kupang yang mendorong perguruan tinggi mengambil kebijakan kemanusiaan bagi mahasiswa terdampak bencana.
Komitmen itu disampaikan GMNI Kupang saat melakukan audiensi dengan pihak Universitas Muhammadiyah Kupang. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ir. Syamsul Bahri, M.M., UM., bersama Ketua DPC GMNI Kupang, Jacson Marcus, dan jajaran pengurus.
Dalam audiensi, GMNI Kupang menyampaikan aspirasi terkait kondisi mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak gempa. Menurut GMNI, bencana tidak hanya menyebabkan kerugian sosial dan ekonomi, tetapi juga dapat menghambat proses perkuliahan serta kemampuan mahasiswa dan keluarga dalam memenuhi biaya pendidikan.
“Bencana bukan hanya persoalan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut keberlangsungan masa depan generasi muda,” ujar Jacson Marcus. Ia berharap pihak universitas dapat mengambil kebijakan yang berperikemanusiaan sehingga mahasiswa terdampak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga yang sedang menghadapi bencana.
Selain membahas keberlanjutan perkuliahan dan biaya pendidikan, audiensi juga menyinggung langkah kemanusiaan yang telah dilakukan Universitas Muhammadiyah Kupang. Pihak kampus menyampaikan bahwa bantuan telah disalurkan dan tim relawan telah dikirim ke sejumlah wilayah terdampak.
Nagekeo dan Manggarai Timur menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian dan prioritas dalam penyaluran bantuan serta kegiatan kerelawanan. Menanggapi aspirasi GMNI Kupang, Dr. Ir. Syamsul Bahri menyampaikan bahwa pihak rektorat akan segera melakukan koordinasi untuk membahas langkah dan kebijakan yang dapat diberikan kepada mahasiswa yang terdampak gempa.
Perhatian GMNI Kupang terhadap mahasiswa terdampak tidak berhenti pada audiensi. Organisasi tersebut juga telah menyurati sejumlah perguruan tinggi di Kota Kupang untuk meminta perhatian serta informasi mengenai kondisi mahasiswa terdampak, termasuk kebijakan yang disiapkan masing-masing kampus.
Dari proses pendataan sementara yang dilakukan melalui Google Form, GMNI Kupang mencatat sekitar 400 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kota Kupang dan terdampak bencana gempa. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara.
GMNI Kupang menyatakan data akan terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pendataan dan verifikasi kondisi mahasiswa di lapangan. Pendataan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperjuangkan kebutuhan mahasiswa terdampak kepada pihak kampus maupun pemangku kepentingan terkait.
GMNI Kupang menegaskan, kebijakan bagi mahasiswa terdampak perlu diarahkan pada langkah yang konkret, berkeadilan, dan berorientasi pada kemanusiaan. Dengan demikian, kondisi bencana tidak sampai memaksa mahasiswa kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar masa depan mereka. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....