HUT RI ke-81 di tengah Duka Gempa Flores, Gubernur NTT: Fokus Penanganan Bencana

  • 19 Agt 2026 08:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung sederhana dan khidmat. Di tengah duka akibat gempa yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores, Pemerintah Provinsi NTT memilih memusatkan perhatian pada penanganan bencana.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini sengaja dibatasi. Setelah upacara pengibaran bendera di Rumah Jabatan Gubernur NTT, tidak ada agenda seremonial lain yang digelar.

“Setelah acara ini, tidak ada acara apa pun lagi. Khusus hanya upacara bendera saja,” ujar Gubernur Melki kepada awak media usai upacara, Senin, 17 Agustus 2026.

Hal serupa juga akan dilakukan pada upacara penurunan bendera. Menurut dia, keputusan tersebut merupakan bentuk empati pemerintah dan masyarakat NTT terhadap kondisi warga Flores yang sedang menghadapi dampak gempa.

Melki juga telah mengimbau para kepala daerah di daratan Flores agar tetap melaksanakan upacara HUT RI ke-81, meskipun secara sederhana. “Walaupun sangat sederhana sekalipun, tetap upacara bendera dalam rangka HUT ke-81 tetap diselenggarakan. Khusus upacara bendera saja, tanpa acara apa pun,” katanya.

Usai upacara, jajaran pemerintah langsung kembali berkoordinasi dengan instansi masing-masing untuk memperkuat penanganan bencana di Flores. Meski kegiatan seremonial dibatasi, Pemerintah Provinsi NTT tetap melanjutkan pameran pembangunan.

Melki menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 600 pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan dari perputaran ekonomi selama pameran. Karena itu, pameran tidak dihentikan.

Namun, pelaksanaannya diarahkan menjadi bagian dari gerakan solidaritas untuk membantu korban gempa Flores. “Pameran pembangunan Provinsi NTT kali ini kita selenggarakan dengan spirit dan tema peduli gempa Flores,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT juga akan menghitung dan mengumumkan total donasi yang terkumpul dari masyarakat melalui kegiatan tersebut. Sebagian keuntungan dari kegiatan UMKM juga diharapkan dapat disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Melki mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTT telah mengirimkan bantuan tahap pertama berupa 17 truk logistik ke Flores. Bantuan tersebut dikoordinasikan oleh Kepala BPBD NTT dan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak.

“Ini bantuan pertama dari Pemerintah Provinsi. Yang lain-lain siap lagi bantuan kedua dan seterusnya,” katanya.

Bantuan juga terus berdatangan dari berbagai daerah dan lembaga di Indonesia. Selain dukungan pemerintah pusat, bantuan dikirim dari Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Makassar, serta berbagai lembaga lainnya, termasuk dukungan tenaga medis.

Menurut Melki, besarnya bantuan tersebut menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat Indonesia terhadap warga Flores. Terkait kondisi infrastruktur, Melki mengatakan sebagian besar akses darat di Flores telah kembali terbuka.

Namun, terdapat wilayah yang masih menjadi perhatian serius pemerintah karena kondisi lapangan baru dilaporkan secara lebih lengkap. Pemerintah bersama BPBD, BNPB, TNI, serta instansi terkait terus bergerak untuk mempercepat penanganan tanggap darurat.

Dukungan peralatan untuk membuka akses juga tengah dipersiapkan. Di tengah situasi tersebut, Melki mengajak masyarakat NTT tetap optimistis dan mengedepankan semangat gotong royong.

“Percayalah bahwa dengan semangat gotong royong yang ditemukan oleh Bung Karno di NTT ini, kita bisa melewati badai sejarah apa pun dengan baik. Yang penting bersama-sama dan gotong royong,” katanya. Ia pun mengajak seluruh masyarakat NTT untuk bersama-sama membantu warga Flores melewati masa sulit akibat bencana. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....