Sekda Sumba Barat Buka Rakor Pencegahan Penyakit Menular

  • 31 Jul 2026 18:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumba Barat, Yermia Ndapa Doda, S.Sos., resmi membuka Rapat Koordinasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular serta Imunisasi Tingkat Kabupaten Tahun 2026 di Waikabubak, Kamis (22/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Sekda, TP PKK, kepala perangkat daerah, direktur rumah sakit, camat, kepala puskesmas, unsur pemerintah desa, organisasi wanita, tokoh agama, organisasi profesi, serta berbagai pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Sekda mengajak seluruh pihak menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan mempersiapkan pelaksanaan Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari) Tahun 2026 di Kabupaten Sumba Barat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, kader, tokoh agama, dan masyarakat yang selama ini berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Sekda menegaskan bahwa penyakit menular seperti HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), malaria, pneumonia, diare, dan demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi tantangan serius di daerah. Meski capaian penanganan DBD dan malaria menunjukkan hasil positif, ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak lengah dan terus memperkuat langkah pencegahan.

Khusus TBC, angka kasus menurun dari 624 kasus pada 2023 menjadi 528 kasus pada 2024 dan 367 kasus pada 2025, namun penemuan kasus aktif, pelacakan kontak, serta kepatuhan pengobatan dinilai masih perlu ditingkatkan.

Selain itu, Sekda mendorong percepatan eliminasi TBC melalui sinergi lintas sektor dengan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program kesehatan tidak hanya diukur dari capaian angka, tetapi juga dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pada sektor imunisasi, Sekda menilai BIAS 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah.

Ia meminta dukungan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, sekolah, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaksanaan skrining bagi siswi kelas VI SD/MI dan kelas IX SMP/MTs untuk memastikan pemberian vaksin HPV kepada mereka yang belum menerima dosis pertama. Ia juga menginstruksikan pemanfaatan vaksin Td yang akan kedaluwarsa pada Agustus 2026 secara optimal sesuai petunjuk teknis.

Mengakhiri sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pelaksanaan Sepekan Mengejar Imunisasi (Penari) harus menjadi strategi nyata dalam menjangkau anak-anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap. Ia berharap rapat koordinasi ini menghasilkan komitmen bersama, rencana aksi yang terukur, pembagian tugas yang jelas, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat guna menekan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit menular, sekaligus mewujudkan Sumba Barat yang bebas malaria, menuju eliminasi TBC dan HIV, serta memiliki cakupan imunisasi yang tinggi. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....