Polri Fokus Pemulihan Anak-Anak Pasca Konflik di Adonara Timur

  • 28 Jul 2026 18:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pemulihan pascakonflik di Adonara Timur tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga harus menyentuh pemulihan psikologis masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

"Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis akibat konflik. Karena itu, Polri hadir bukan hanya untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan pendampingan agar dapat kembali merasa aman, ceria, dan semangat menjalani proses belajar," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra mewakili Kapolda NTT.

Menurutnya, kegiatan Trauma Healing dan terapi USEFT merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kembali rasa aman serta mempercepat proses pemulihan sosial di tengah masyarakat.

"Melalui pendekatan yang humanis dan penuh empati, kami berharap trauma yang dialami anak-anak dapat berangsur pulih sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara normal. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri sekaligus mendukung terciptanya rekonsiliasi yang berkelanjutan," jelasnya.

Kabid Humas menambahkan bahwa kondisi pascakonflik masih membutuhkan perhatian bersama. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga situasi yang kondusif, menghindari provokasi, serta memperkuat semangat persaudaraan dan persatuan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga perdamaian yang telah terbangun. Jangan mudah terpengaruh isu maupun provokasi yang dapat memicu konflik baru. Polri akan terus hadir melalui langkah-langkah preventif, preemtif, dan humanis guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal serta terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Flores Timur," tutup Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Untuk diketahui kegiatan Trauma Healing dan Ultimate the Source Body, Mind, Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) atau Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique yang dilaksanakan Polres Flores Timur, Senin 27 Juli 2026, di SDK St. Theresia Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolres Flores Timur, Kompol I Ketut Mastina, S.Sos., sebagai bentuk pendampingan psikososial kepada anak-anak yang terdampak konflik antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina.

Pelaksanaan kegiatan merupakan bagian dari strategi soft approach Polri dalam membantu memulihkan kondisi mental anak-anak yang sempat mengalami ketakutan, kecemasan, trauma, hingga menurunnya semangat belajar akibat konflik yang terjadi di lingkungan mereka.(VFZ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....