Pendampingan Psikososial Marsiadapari Hadirkan Harapan Anak Tandihat

  • 28 Sep 2026 20:43 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba — Anak-anak SDN 100207 Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengikuti kegiatan pendampingan psikososial melalui Program Marsiadapari Tandihat 2026, Kamis 24 September 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana ceria itu mengajak siswa bermain, menggambar, mengenali perasaan, serta menuliskan harapan sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana.

Program tersebut merupakan bagian dari UI Peduli di bawah koordinasi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (DPIS UI) bersama Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI). Tim UI berkolaborasi dengan Universitas Aufa Royhan (UNAR) dan berbagai pihak lainnya untuk menghadirkan pendampingan yang suportif, edukatif, kreatif, serta berpusat pada kebutuhan anak.

Tim Marsiadapari Tandihat 2026 dipimpin Assoc.Prof.Dr. Hendra Kaprisma dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, dengan melibatkan 14 mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan UI, dua alumni UI, serta 10 mahasiswa UNAR. Kegiatan turut diperkuat dosen FIK UI, yakni Ns. La Ode Abdul Rahman, Ns. Indah Permata Sari, dan Ns. Astuti. Pendekatan lintas perguruan tinggi tersebut memadukan aspek pendidikan, kesehatan, psikososial, dan sosial-budaya.

Kegiatan diawali apel pagi yang dipimpin Kepala SDN 100207 Tandihat, Desnita Simatupang. Siswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tahap perkembangan, yakni lower class untuk kelas 1–3 sebanyak 24 siswa dan upper class untuk kelas 4–6 sebanyak 23 siswa. Setelah suasana dibangun melalui perkenalan, doa, tepuk semangat, dan percakapan ringan, siswa mengikuti skrining awal kondisi psikososial dengan pendampingan fasilitator.

Selanjutnya, siswa diajak mengenali berbagai perasaan melalui sesi “Kenali Ekspresi”, kemudian mengekspresikan diri lewat kegiatan seni. Siswa kelas 1–3 membuat gambar bertema “Hal yang Membuat Aku Bahagia”, sedangkan siswa kelas 4–6 melukis tote bag dalam kegiatan “Ceria Warna”. Anak-anak juga diberi kesempatan menceritakan karya mereka dan mendapatkan apresiasi serta afirmasi positif dari pengajar dan fasilitator.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan membuat “Pohon Harapan”. Anak-anak menuliskan atau menggambarkan keinginan mereka pada lembar berbentuk daun untuk kemudian ditempelkan pada pohon yang telah disiapkan.

Kegiatan ditutup dengan permainan tradisional “Ular Naga”, lagu “Sayonara”, doa, dan foto bersama. Direktur DPIS UI, Dr. L.G. Saraswati Putri, menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan rasa aman, ruang berekspresi, semangat belajar, dan keberanian anak menatap masa depan. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....