Dari Lahan Terbengkalai ke Sawah Produktif, Oelatimo Bangkit Lagi

  • 09 Jul 2026 16:18 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Hamparan semak belukar yang selama hampir dua dekade menutupi lahan di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, kini mulai berubah menjadi harapan baru. Melalui program pencetakan sawah baru seluas 77 hektare, Pemerintah Kabupaten Kupang bersama Kementerian Pertanian menghidupkan kembali kawasan yang pernah menjadi sentra pertanian masyarakat.

Program yang dicanangkan langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede pada Selasa, 7 Juli 2026 itu menjadi titik awal transformasi lahan tidur menjadi sawah produktif. Langkah tersebut tidak hanya membuka kembali areal pertanian yang lama terbengkalai, tetapi juga mengembalikan optimisme masyarakat terhadap masa depan sektor pertanian di Oelatimo.

Dalam sambutannya, Yosef Lede mengatakan lahan yang sebelumnya tidak memberikan nilai ekonomi kini harus menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat. "Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan apa - apa ini kini harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat," katanya.

"Jadi kita semua harus bersyukur dengan memanfaatkan lahan yang di buka ini. Tanam sebanyak - banyaknya, jangan takut tidak ada pasar, pemerintah lewat Bulog pasti akan membelinya," ujarnya.

Menurut Yosef, keberhasilan program pencetakan sawah baru akan menjadi bukti bahwa lahan tidur dapat kembali produktif apabila dikelola secara serius dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus mengawal program tersebut melalui penyediaan alat dan mesin pertanian, pembangunan sarana pengairan, serta upaya menghadirkan bendungan maupun sumur bor agar lahan yang telah dibuka dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Transformasi lahan di Oelatimo sejatinya bukan dimulai dari nol. Kepala Desa Oelatimo, Aprianus Kono, mengungkapkan kawasan tersebut pernah menjadi areal pertanian yang subur hingga tahun 2007.

Namun, rusaknya Bendungan Uel 2 menyebabkan pasokan air terhenti sehingga petani tidak lagi dapat mengolah sawah mereka. Akibatnya, lahan yang dahulu menghasilkan berbagai komoditas pertanian perlahan berubah menjadi kawasan yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan tinggi.

Selama bertahun-tahun, potensi besar itu tidak lagi dimanfaatkan. Dengan dimulainya pencetakan sawah baru, wajah Oelatimo perlahan berubah.

Lahan yang sebelumnya terbengkalai kini dipersiapkan menjadi area produksi pangan yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kupang memperluas luas baku sawah dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Lebih dari itu, keberhasilan menghidupkan kembali lahan yang lama tidak produktif diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan kawasan pertanian lainnya di Kabupaten Kupang. Bagi warga Oelatimo, pembukaan sawah baru bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kebangkitan. Dari lahan yang lama terabaikan, kini tumbuh harapan baru untuk masa depan pertanian yang lebih produktif dan sejahtera. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....