Mentari Hidroponik, Berawal dari Hobi hingga Tumbuh Bersama Kepercayaan Konsumen

  • 08 Jul 2026 08:58 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Usaha pertanian perkotaan kini kian digandrungi, salah satunya seperti yang ditekuni oleh Paulina Flora Lestari Us Abatan, pemilik Mentari Hidroponik di kawasan Penfui, Kupang. Pemilik yang akrab disapa Desi ini merintis usaha tersebut sejak Maret 2026 lalu di pekarangan belakang rumahnya demi menyalurkan hobi mengonsumsi sayuran segar.

“Awalnya saya pemula sekali, baru mulai sekitar tiga bulan yang lalu karena memang terlalu suka makan sayur selada yang sering kali musiman di pasar," ujar Desi saat diwawancarai dalam program Santai Siang Pro 2 RRI Kupang pada Selasa, 7 Juli 2026. Berangkat dari kebutuhan pribadi, ia kemudian mengandalkan jasa instalasi rekannya untuk menyulap lahan kosong menjadi kebun mini yang produktif.

Ia berkisah, hasil panen hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan tetangga sekitar. Namun, dorongan dari teman yang telah lebih dulu berkecimpung di dunia hidroponik membuat Desi berani memperbesar skala usahanya hingga mampu membantu memenuhi permintaan restoran, hotel, hingga mitra penyedia bahan pangan.

Desi secara mandiri mengelola seluruh operasional kebun mulai dari pengecekan nutrisi pagi, siang, hingga sore hari. Berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, kangkung, bayam dan selada ia rawat dengan teliti tanpa menggunakan pestisida kimia.

"Sejauh ini saya kerjakan semua sendiri, kalau ada pesanan yang dekat beta antar langsung dan yang jauh biasanya ditawarkan pakai jasa ojek online," ujarnya dengan penuh semangat. Bagi Desi, menjual sayur bukan sekadar transaksi, melainkan membangun pengalaman yang menyenangkan bagi pelanggan.

Kemandirian dan keramahannya inilah yang membuat para pelanggan merasa nyaman untuk terus melakukan pemesanan ulang. Hubungan yang hangat dengan konsumen menjadi kekuatan utama usahanya. Desi bahkan mengaku lebih senang jika pelanggan datang langsung ke kebun karena dapat melihat kualitas sayuran sekaligus menikmati pengalaman memanen sendiri.

Strategi pemasaran Mentari Hidroponik semakin berkembang pesat setelah salah satu unggahan videonya mendadak viral di platform TikTok. Video jenaka yang memperlihatkan sayur selada jumbo menyerupai buket bunga pernikahan tersebut langsung memicu lonjakan permintaan dari masyarakat luas.

"Waktu itu saya tidak sadar setelah posting lalu istirahat, ketika bangun, pemberitahuan TikTok sudah banyak sekali dan keadaan sayur sekitar 600 pot lebih yang siap panen langsung habis," kata Desi penuh syukur. Berkat kekuatan media sosial, omset penjualannya meroket bahkan mampu menjangkau pelanggan di luar kota seperti So’e, Kefa, hingga Atambua.

Kini, Mentari Hidroponik membebaskan para pembeli yang datang ke rumah untuk memilih dan memanen langsung sayuran favorit mereka dari instalasi. Di akhir sesi wawancara, Desi berharap Mentari Hidroponik tidak hanya menjadi tempat membeli sayuran segar, tetapi juga mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk berani memulai usaha dari hal yang mereka sukai. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....