Bendungan Rusak Sempat Tinggalkan Lahan, Kini Oelatimo Panen Harapan
- 09 Jul 2026 16:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Selama hampir dua dekade, hamparan lahan di Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, hanya dipenuhi semak belukar dan pepohonan liar. Rusaknya Bendungan Uel 2 membuat pasokan air terhenti, memaksa masyarakat meninggalkan sawah yang sebelumnya menjadi sumber penghidupan mereka.
Kini, harapan itu kembali tumbuh seiring dimulainya program pencetakan sawah baru seluas 77 hektare. Program yang dilaksanakan Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Kupang dan dipimpin langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede pada Selasa, 7 Juli 2026 menjadi awal kebangkitan masyarakat Oelatimo untuk kembali mengolah tanah yang telah lama terbengkalai.
Bagi warga setempat, pembukaan sawah baru bukan sekadar proyek pembangunan. Program ini menjadi simbol bangkitnya harapan setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akibat hilangnya sumber air.
Kepala Desa Oelatimo, Aprianus Kono, mengisahkan bahwa kawasan tersebut pernah menjadi lahan pertanian yang subur dan produktif hingga tahun 2007. Saat itu, masyarakat menggantungkan kehidupan dari hasil bercocok tanam. Namun, semuanya berubah ketika Bendungan Uel 2 mengalami kerusakan.
Tanpa pasokan air, aktivitas pertanian perlahan berhenti. Sawah yang dulu menghasilkan panen berubah menjadi lahan kosong yang ditumbuhi semak dan pepohonan tinggi.
Banyak warga akhirnya meninggalkan lahan tersebut karena tidak lagi dapat diolah. Melihat kembali lahan yang mulai dibersihkan, masyarakat Oelatimo menyimpan harapan besar agar kehidupan pertanian yang pernah berjaya dapat kembali terulang.
Bupati Kupang Yosef Lede mengatakan, pemerintah ingin mengembalikan fungsi lahan tersebut agar kembali menjadi sumber penghasilan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan pemerintah dengan mengelola sawah secara maksimal.
"Lahan yang sebelumnya tidak menghasilkan apa - apa ini kini harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Jadi kita semua harus bersyukur dengan memanfaatkan lahan yang di buka ini. Tanam sebanyak - banyaknya, jangan takut tidak ada pasar, pemerintah lewat Bulog pasti akan membelinya," kata Yosef.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kupang tidak akan berhenti pada tahap pembukaan lahan. Berbagai dukungan akan terus diupayakan, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian hingga pembangunan sarana pengairan seperti bendungan dan sumur bor agar sawah yang telah dibuka dapat terus berproduksi. Bagi masyarakat Oelatimo, komitmen tersebut memberikan keyakinan bahwa perjuangan mereka untuk kembali bertani tidak akan berjalan sendiri.
Kehadiran pemerintah menjadi penyemangat untuk memulai kembali aktivitas yang telah lama terhenti. Program pencetakan sawah baru ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali lahan yang selama bertahun-tahun terbengkalai, tetapi juga membuka lembaran baru bagi kehidupan masyarakat desa.
Dari tanah yang pernah ditinggalkan karena kekurangan air, kini tumbuh harapan akan panen yang melimpah, meningkatnya kesejahteraan petani, dan masa depan pertanian yang lebih baik di Oelatimo. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....