Pelemahan Rupiah Bawa Tantangan Sekaligus Peluang Bagi Ekonomi NTT
- 13 Jun 2026 09:38 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dinilai membawa dampak yang berbeda bagi berbagai sektor ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di satu sisi menjadi tantangan, namun di sisi lain juga membuka peluang, terutama bagi sektor pariwisata.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Rio Khasananda mengatakan pada sektor pertanian dan perikanan, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya produksi.
“Hal itu karena sejumlah kebutuhan seperti pupuk dan beberapa sarana penunjang lainnya masih bergantung pada barang impor sehingga harganya terdampak oleh pelemahan rupiah,” ungkap Rio saat diwawancarai RRI Kupang, Jumat, 12 Juni 2026.
Selain itu, Ia menambahkan kenaikan biaya juga dapat dirasakan pada pengadaan suku cadang, alat produksi, dan komponen logistik yang masih didatangkan dari luar negeri. Akibatnya, pelaku usaha perlu menghadapi peningkatan biaya operasional.
“Namun demikian, pelemahan rupiah juga dinilai memberikan keuntungan bagi sektor pariwisata. Wisatawan mancanegara memiliki daya beli yang relatif lebih tinggi ketika berkunjung ke Indonesia sehingga berpotensi meningkatkan belanja selama berada di daerah tujuan wisata,” katanya.
Peluang tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha pariwisata di NTT dengan meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat promosi, dan menyiapkan destinasi wisata yang semakin menarik bagi wisatawan.
“Sebagai bagian dari upaya tersebut, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan Dinas Pariwisata telah menggelar kegiatan pelatihan atau bootcamp bagi pelaku UMKM sektor pariwisata. Program itu mencakup peningkatan kemampuan bahasa Inggris serta pengembangan kualitas produk yang ditawarkan kepada wisatawan,” ujar Rio.
Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini memang memiliki sisi positif dan negatif yang harus disikapi secara bijaksana. Tantangan akibat pelemahan rupiah perlu diantisipasi, sementara peluang yang muncul harus dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian daerah.
Dengan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat, sektor-sektor unggulan di NTT diharapkan mampu meningkatkan daya saing. Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi untuk mengubah dampak pelemahan rupiah menjadi peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....