Pengamat: Ekonomi NTT Tangguh saat Krisis, namun Lambat Melaju di Masa Normal

  • 11 Jun 2026 08:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan tren ekonomi nasional. Di tengah berbagai tekanan dan krisis, perekonomian daerah ini justru menunjukkan daya tahan yang kuat.

Namun, di balik ketangguhan tersebut terdapat tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. Pengamat ekonomi NTT, Dr. Frits O. Fanggidae dalam Wawancara Kupang Pagi Ini di Pro 1 RRI Kupang, Rabu, 10 Juni 2026 mengatakan bahwa struktur ekonomi NTT memiliki kemampuan bertahan yang baik ketika menghadapi situasi sulit.

"NTT ini memang perekonomian yang tipikal kemampuan bertahannya bagus dalam situasi-situasi sulit seperti ini," ujar Fritz. Menurutnya, ketahanan ekonomi NTT telah terbukti saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia beberapa tahun lalu.

Ketika ekonomi nasional mengalami kontraksi cukup dalam, penurunan pertumbuhan ekonomi di NTT relatif lebih kecil. "Nasional minus 2,8 persen kita hanya minus 0,8 persen jadi kemampuan kita bertahan masa susah itu oke," katanya.

Meski demikian, Fritz menilai terdapat sisi lain yang menjadi kelemahan perekonomian daerah. Jika mampu bertahan saat krisis, NTT justru dinilai kurang cepat dalam memanfaatkan momentum pertumbuhan ketika kondisi ekonomi kembali normal.

"Kelemahannya kemampuan kita untuk melaju pada saat normal itu yang rendah itu masalahnya di situ," ujar Fritz. Ia menjelaskan, ketika banyak daerah mampu melakukan akselerasi pertumbuhan pascakrisis, laju ekonomi NTT cenderung tidak berkembang secepat wilayah lain.

Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diatasi agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meningkat secara berkelanjutan. Karena itu, Fritz mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terlena dengan capaian pertumbuhan ekonomi yang terlihat positif saat ini.

Menurutnya, penguatan pendapatan rumah tangga harus menjadi fokus utama dalam kebijakan pembangunan ekonomi daerah. "Konsolidasinya itu apa penguatan pendapatan rumah tangga agar konsumsinya tetap menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan," kata Fritz.

Ia menilai konsumsi rumah tangga masih menjadi fondasi utama perekonomian NTT. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat melalui program-program yang tepat sasaran, daya beli dapat terjaga dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat pada masa normal.

Fritz menegaskan, sinergi kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat akan menjadi kunci agar NTT tidak hanya dikenal tangguh saat krisis, tetapi juga mampu melaju lebih cepat ketika peluang pertumbuhan ekonomi terbuka lebar. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....