Gubernur NTT Lantik Direksi Jamkrida dan Kawasan Industri Bolok, Dorong Peran BUMD
- 10 Jul 2026 17:31 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena melantik jajaran Komisaris dan Direksi PT Jamkrida NTT serta Direktur PT Kawasan Industri Bolok masa bakti 2026-2031 di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Kamis 9 Juli 2026.
Pelantikan dilakukan untuk memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang profesional, akuntabel, dan berdaya saing.
Jajaran yang dilantik di PT Jamkrida NTT yakni Frits Oscar Fanggidae dan Moni Wehelmina Muskanan sebagai Komisaris Independen, I Ketut Widya Karya sebagai Direktur Utama, Ferdinand Lerik sebagai Direktur Operasional, dan Yohanes Landu Praing sebagai Direktur Umum dan Keuangan.
Sementara Martinus A. Sengaji Tokan dilantik sebagai Direktur Kerja Sama dan Pengembangan Usaha PT Kawasan Industri Bolok.
Gubernur menegaskan proses pengisian jabatan telah melalui seleksi terbuka, uji kelayakan, hingga keputusan RUPS.
"Atas nama masyarakat NTT, saya ucapkan selamat. Saudara telah melalui proses seleksi yang transparan. Jalankan kepercayaan ini dengan integritas dan tanggung jawab," ujar Melki.
Kepada PT Jamkrida NTT, ia berharap perusahaan mampu memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, koperasi, dan sektor produktif di NTT.
Penguatan UMKM disebut menjadi prioritas pembangunan daerah. Karena itu Jamkrida harus menjadi instrumen penting membuka akses pembiayaan dan mendorong ekonomi kerakyatan.
Gubernur juga menaruh harapan pada Direktur Utama I Ketut Widya Karya yang dinilai membawa pengalaman dari PT Jamkrida Bali.
"Kita ingin belajar dari pengalaman yang berhasil. Saya berharap dapat diadaptasi di NTT sehingga semakin banyak pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang sehat dan profesional," katanya.
Ia mengingatkan seluruh jajaran komisaris dan direksi menjunjung prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum.
"Kita tidak ingin ada lagi persoalan hukum karena lemahnya tata kelola. Bekerjalah profesional dan fokus memberi manfaat bagi masyarakat NTT," tegasnya.
Kepada Direktur PT Kawasan Industri Bolok, Melki meminta segera beradaptasi agar pengembangan kawasan berjalan cepat dan mendorong investasi daerah.
Penyempurnaan struktur kepengurusan disebut penting untuk penguatan seluruh BUMD dalam mendukung agenda strategis pemerintah.
Gubernur kembali menegaskan konsep _NTT Incorporated_, yakni sinergi seluruh BUMD sebagai satu kekuatan ekonomi daerah. Bank NTT, Jamkrida, Kawasan Industri Bolok, dan Flobamor diminta bekerja terpadu bersama perangkat daerah.
Kolaborasi itu diharapkan mempercepat pengembangan pertanian, peternakan, perkebunan, kelautan, industri, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
"Kita harus membangun NTT melalui kerja bersama. Dengan kolaborasi yang baik, saya yakin potensi besar NTT dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....