BPS Kota Kupang Matangkan Persiapan Sensus Ekonomi 2026
- 02 Jun 2026 15:10 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui pelatihan intensif bagi petugas lapangan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petugas terhadap konsep, metode, dan teknik pendataan agar mampu menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.
Statistisi Ahli Pertama BPS Kota Kupang sekaligus Instruktur Daerah Sensus Ekonomi 2026, Dwi Rizky Syaifullah, Selasa 3 Juni 2026, kepada RRI.CO.ID mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga kemampuan petugas dalam menerapkan konsep pendataan saat bertugas di lapangan. Menurutnya, petugas harus memahami berbagai kondisi yang mungkin dihadapi sehingga mampu mengumpulkan data secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Kita ingin mempersiapkan petugas untuk pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026. Bukan hanya memahami konsep-konsep yang diajarkan, tetapi juga mampu menerapkannya saat turun ke lapangan sehingga menghasilkan data yang berkualitas," ucap Dwi Rizky Syaifullah saat di temui RRI.CO.ID, Selasa 3 Juni 2026.
| Baca juga: Angin Kencang Picu Tiga Rumah Terbakar |
Ia menjelaskan, terdapat tiga tujuan utama dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pertama, untuk mengetahui struktur ekonomi terkini dan membandingkannya dengan kondisi sepuluh tahun lalu saat Sensus Ekonomi 2016 dilaksanakan. Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai perkembangan berbagai sektor ekonomi, mulai dari pertanian, perdagangan, konstruksi, industri, hingga real estate.
Tujuan kedua adalah memperoleh informasi mengenai karakteristik usaha yang berkembang di masyarakat. Pendataan akan mencakup aspek tenaga kerja, sistem pengupahan, bentuk badan usaha, lokasi usaha, hingga kondisi usaha yang dijalankan oleh masyarakat. Informasi tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, Sensus Ekonomi 2026 juga akan memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Dalam satu dekade terakhir, transformasi digital telah mengubah pola usaha dan transaksi masyarakat secara signifikan. Berbagai aktivitas ekonomi kini dilakukan secara daring dengan dukungan sistem pembayaran digital yang semakin luas digunakan.
| Baca juga: Angin Kencang Picu Tiga Rumah Terbakar |
Menurutnya, perubahan tersebut perlu didokumentasikan melalui data yang akurat agar pemerintah memiliki gambaran yang jelas mengenai perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Di sisi lain, isu keberlanjutan lingkungan juga menjadi perhatian karena pembangunan ekonomi saat ini dituntut tetap memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Untuk menjaga kualitas data yang diperoleh, BPS Kota Kupang telah menyiapkan berbagai strategi pengawasan dan evaluasi selama pelaksanaan sensus. Salah satunya melalui pola evaluasi berkala yang dilakukan setiap beberapa hari untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petugas di lapangan.
Melalui evaluasi tersebut, petugas dapat menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan saat melakukan pendataan sehingga solusi dapat segera dirumuskan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas data sekaligus memastikan seluruh target pendataan dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Ia berharap, seluruh petugas mampu menjaga semangat, integritas, dan profesionalisme selama menjalankan tugas. Ia menegaskan bahwa data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi kompas pembangunan yang digunakan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan strategis bagi masyarakat.
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus mendatang. BPS Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kegiatan tersebut dengan memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas, sehingga data yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi ekonomi secara akurat dan bermanfaat bagi pembangunan daerah maupun nasional. (AI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....