Ribuan Umat Pantar-Alor Long March Prosesi Budaya
- 28 Apr 2026 11:45 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Memperingati satu abad masuknya Injil di tanah Warsalelang, Klasis Pantar Timur, ribuan jemaat bersama tokoh lintas agama menggelar prosesi napak tilas sejarah dan long march sejauh 2 kilometer di Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan prosesi napak tilas sejarah dan long march menjadi momentum penguatan iman sekaligus simbol kerukunan melalui keterlibatan aktif umat Muslim dalam mengawal jalannya perayaan.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie mengaku terkesan dengan kedekatan emosional antarumat beragama di wilayah tersebut. “Ini pengalaman lebih besar dan menurut saya memang indah. Ini lahir ketika agama menjadi budaya. Agama meresapi semua kehidupan, dan saya percaya ini tiada duanya. Memang betul, ini warisan perlu dijaga,” Kata Pdt. Samuel, Minggu 26/4/2026.
Sementara itu, Ketua Remaja Masjid Nursyuhada Kolijahi, Hidayatullah, menegaskan bahwa hubungan ini didasari ikatan darah dan jasa leluhur.“Prinsip kami, Warsalelang adalah Kolijahi dan Kolijahi adalah Warsalelang. Toleransi kami di sini sangat kuat sejak jaman nenek moyang kami,” ungkapnya.
Puncak prosesi ditandai dengan penyalaan ‘Obor Kehidupan’ di Erewasing. Pdt. Samuel Pandie bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Alor dan warga jemaat kemudian melakukan long march sejauh 2 KM menuju pusat kampung Warsalelang.Perjalanan ini diakhiri dengan pementasan drama singkat di halaman gereja yang menggambarkan sejarah perjuangan para penginjil dalam membawa terang bagi masyarakat lokal.
Di depan Gereja GMIT Panria Warsalelang, Alkitab tersebut secara resmi diterima oleh Ketua Majelis Jemaat Panria Warsalelang, Pdt. Bimidi Koilmo, untuk terus diberitakan kepada jemaat. RRI.CO.ID, Kupang – Memperingati satu abad masuknya Injil di tanah Warsalelang, Klasis Pantar Timur, ribuan jemaat bersama tokoh lintas agama menggelar prosesi napak tilas sejarah dan long march sejauh 2 kilometer di Desa Mawar, Kecamatan Pantar Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan prosesi napak tilas sejarah dan long march menjadi momentum penguatan iman sekaligus simbol kerukunan melalui keterlibatan aktif umat Muslim dalam mengawal jalannya perayaan.
Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Benyamin Pandie mengaku terkesan dengan kedekatan emosional antarumat beragama di wilayah tersebut. “Ini pengalaman lebih besar dan menurut saya memang indah. Ini lahir ketika agama menjadi budaya. Agama meresapi semua kehidupan, dan saya percaya ini tiada duanya. Memang betul, ini warisan perlu dijaga,” Kata Pdt. Samuel, Minggu 26/4/2026.
Sementara itu, Ketua Remaja Masjid Nursyuhada Kolijahi, Hidayatullah, menegaskan bahwa hubungan ini didasari ikatan darah dan jasa leluhur.“Prinsip kami, Warsalelang adalah Kolijahi dan Kolijahi adalah Warsalelang. Toleransi kami di sini sangat kuat sejak jaman nenek moyang kami,” ungkapnya.
Puncak prosesi ditandai dengan penyalaan ‘Obor Kehidupan’ di Erewasing. Pdt. Samuel Pandie bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Alor dan warga jemaat kemudian melakukan long march sejauh 2 KM menuju pusat kampung Warsalelang. Perjalanan ini diakhiri dengan pementasan drama singkat di halaman gereja yang menggambarkan sejarah perjuangan para penginjil dalam membawa terang bagi masyarakat lokal.
Di depan Gereja GMIT Panria Warsalelang, Alkitab tersebut secara resmi diterima oleh Ketua Majelis Jemaat Panria Warsalelang, Pdt. Bimidi Koilmo, untuk terus diberitakan kepada jemaat. “Mulai dari Jermachageng yang ada dalam kegelapan, terang Tuhan bercahaya melalui Firman-Nya diantar masuk ke kampung Warsalelang. Saya selaku pelayan Tuhan menerima tanggung jawab pelayanan untuk menerangi seluruh Jemaat Tuhan di Panria Warsalelang,” ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....