Pasar Murah Diserbu Warga, Sembako Ludes di Oeba

  • 01 Apr 2026 14:53 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Kegiatan pasar murah yang digelar di GMIT Ebenhezer Oeba pada, Rabu 1 April 2026 disambut antusias oleh masyarakat. Sejak dibuka pagi hari, ratusan warga langsung memadati lokasi untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga subsidi.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dalam rangka menyambut berbagai hari raya keagamaan, seperti Idul Fitri, Paskah, dan Nyepi. Selain membantu masyarakat, pasar murah ini juga menjadi langkah strategis untuk menekan laju inflasi di Kota Kupang.

Analis Kebijakan Ahli Madya Disperindag Kota Kupang, Merry Seubelan, menjelaskan bahwa terdapat sembilan komoditas yang dijual dengan harga subsidi, antara lain beras, minyak goreng, telur, gula pasir, daging ayam, serta berbagai bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. “Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau di tengah kenaikan harga yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Empat distributor turut dilibatkan dalam kegiatan ini, termasuk distributor dari Bulog yang menyediakan beras dan minyak goreng. Sistem pembelian pun dibuat lebih tertib melalui pendataan menggunakan Google Form dan kupon yang harus di-scan sebelum berbelanja.

Warga hanya diminta membawa fotokopi KTP untuk mendaftar. Tak hanya di Oeba, pasar murah juga digelar serentak di dua lokasi lain.

Antusiasme warga terlihat luar biasa. Bahkan, dalam waktu singkat, stok beras dan minyak goreng langsung habis diserbu pembeli.

Salah satu perwakilan jemaat, Dadang Soeyatno, menyebut perbedaan harga yang signifikan menjadi daya tarik utama. “Cabai besar di sini dijual Rp50 ribu, padahal di pasar bisa sampai Rp70 ribu. Kalau beli beberapa item saja, sudah sangat hemat,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Kupang yang dinilai konsisten menghadirkan pasar murah, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan. “Kami sangat bersyukur dan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut. Gereja selalu terbuka untuk mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya menambahkan.

Ke depan, pelaksanaan pasar murah akan sangat bergantung pada ketersediaan stok, terutama beras yang saat ini terbatas. Pemerintah memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar jika pasokan dari distributor mencukupi.

Dengan tingginya minat masyarakat, pasar murah terbukti menjadi solusi nyata dalam membantu kebutuhan warga sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....