Gubernur, Ketua DPRD NTT Kunjungi Huntara Satu Dua
- 11 Feb 2026 20:00 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - "Usai mengikuti Misa Pentahbisan Uskup Keuskupan Larantuka, Mgr. Hans Monteiro, saya bersama Ketua DPRD Provinsi NTT, Ibu Emelia J. Nomleni, melanjutkan kunjungan kerja ke Huntara 1 dan 2 di Desa Konga, Flores Timur. Kami berdialog langsung dengan 450 KK asal Dulipali, Boru, Nawakote, dan Klatanlo yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi," ujar Gubernur NTT, Rabu, 11 Februari 2026.
"Banyak aspirasi penting kami terima, mulai dari biaya pendidikan anak-anak, kualitas air bersih, hingga kepastian pembangunan Hunian Tetap (Huntap).
Terkait pendidikan, saya tegaskan minggu depan setelah Imlek, Kadis Pendidikan Provinsi dan Kabupaten harus merapikan data dan rapat khusus dengan sekolah-sekolah sekitar Huntara," ujarnya
Gubernur NTT pada kesempatan itu minta kepala desa mendata nama anak sesuai sekolahnya. Ia ingin memastikan iuran pendidikan mereka digratiskan.
"Soal air bersih, meski lima sumur bor mencukupi secara jumlah, kualitasnya belum layak minum karena kadar kapur tinggi. Saya sudah instruksikan Dinas PU Provinsi berkoordinasi dengan PU Kabupaten mencari teknologi pengolahan air agar layak konsumsi," katanya.
"Sambil itu, mobil tangki Pemda akan dioptimalkan. Untuk Huntap, memang ada tantangan harga lahan dan fokus nasional BNPB di daerah lain, namun koordinasi dengan Menko PMK dan Kementerian Perumahan terus kami lakukan agar ada kepastian bagi warga," katanya.
Gubernur NTT juga memastikan bahwa, pemerintah akan terus mendorong pemulihan ekonomi melalui relaksasi KUR, bantuan pertanian bagi kelompok tani, serta pemasaran produk olahan warga melalui jaringan NTT Mart. Ketua DPRD NTT, Emelia Nomleni turut memberi penguatan khusus bagi para perempuan di pengungsian agar tetap menjadi energi keluarga.
Menutup kunjungan tersebut, ia mengutip moto tahbisan Mgr. Hans: "Unum Corpus, Unus Spiritus, Una Spes ataubSatu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan. Kita harus saling merasakan, berempati, dan tidak pernah kehilangan harapan", tuturnya. (rls/at).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....