Anggaran Terbatas Hambat Penanganan Bencana di NTT

  • 31 Jan 2026 10:35 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nelson Obet Matara, menilai keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam penanganan dan mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah NTT, termasuk Kabupaten Kupang.

Nelson menyebut secara geografis NTT memiliki potensi besar sekaligus risiko tinggi terhadap bencana alam. Wilayah ini rentan terhadap angin kencang, longsor, banjir, bahkan gempa dan letusan gunung api.

“NTT ini bisa dikatakan sebagai market bencana. Karena itu pemerintah dan masyarakat harus benar-benar siap, baik sebelum, saat, maupun setelah bencana,” ujarnya saat dialog bersama RRI Kamis (15/1/2026).

Ia menegaskan pentingnya mitigasi non-struktural berupa edukasi dan kesadaran masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan padang terbuka yang rawan angin kencang.

Namun demikian, Nelson mengakui kemampuan pemerintah daerah dalam mitigasi struktural sangat terbatas akibat anggaran transfer dari pusat yang sudah memiliki peruntukan khusus.

“Anggaran daerah ini sudah bertuan. Sebagian besar terserap untuk gaji P3K, dana desa, pendidikan, dan kesehatan. Infrastruktur justru dipotong hingga 60 persen,” Katanya menjelaskan.

Kondisi tersebut membuat dana tanggap darurat dan anggaran BPBD menjadi sangat terbatas. Hal ini menyulitkan pemerintah daerah ketika harus menangani bencana secara cepat dan menyeluruh.

Nelson menegaskan DPRD tetap berkomitmen memperjuangkan suara masyarakat terdampak bencana dengan mendorong fleksibilitas penggunaan anggaran sesuai aturan yang berlaku.

“Rakyat harus menjadi prioritas. Pemerintah dan DPRD harus berkomunikasi dan mencari solusi agar penanganan bencana tetap bisa dilakukan meski dengan keterbatasan anggaran,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....