NTT Butuh Strategi Optimalisasi Lahan Pertanian
- 29 Jan 2026 11:55 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Upaya optimalisasi lahan pertanian dinilai menjadi kunci strategis dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di tengah tingginya ketergantungan daerah terhadap pasokan beras dari luar, penguatan sektor pertanian dipandang tidak hanya sebagai kebutuhan produksi, tetapi juga sebagai langkah struktural untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Kebijakan optimalisasi lahan perlu disertai peta jalan yang jelas dan terukur agar mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. Tanpa perencanaan yang matang, program swasembada pangan berisiko hanya menjadi target angka tahunan tanpa dampak nyata bagi petani. Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah juga dinilai penting agar potensi lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD NTT, Leonardus Lelo, SIP., M.Si, dalam Dialog Kupang Menyapa di Pro 1 RRI Kupang. Ia menegaskan bahwa kontribusi terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT berasal dari sektor pertanian, sehingga sudah seharusnya sektor ini menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan daerah.
Menurutnya, swasembada pangan tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan produksi, tetapi juga sebagai upaya menekan ketergantungan impor beras antar daerah. Leonardus menekankan bahwa jika NTT benar-benar swasembada, maka kebutuhan beras masyarakat harus dipenuhi dari hasil produksi lokal, bukan lagi bergantung pada pasokan dari luar wilayah.
Leonardus juga menyoroti pentingnya optimalisasi lahan sawah irigasi yang sudah ada sebelum membuka lahan baru. Dengan pengelolaan irigasi yang baik, peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua atau tiga kali tanam dalam setahun dinilai lebih realistis dan berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa pembukaan sawah baru harus disertai ketersediaan air, kesiapan petani, serta dukungan sarana produksi.
Selain aspek lahan, penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Leonardus menilai petani perlu didorong menjadi lebih profesional melalui pendampingan, manajemen usaha tani yang baik, serta regenerasi petani muda. Dengan kebijakan yang tepat dan dukungan anggaran daerah yang memadai, ia optimistis optimalisasi lahan dapat menjadi jalan nyata menuju swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan rakyat NTT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....