KN Nipa Pasok 185 KL BBM ke Rote

  • 27 Jan 2026 13:15 WIB
  •  Kupang

RRI, CO.ID, Kupang - Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda perairan Nusa Tenggara Timur, sehingga terbit larangan berlayar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III sejak kurang lebih 14 hari yang lalu, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan energi listrik di Rote. Kapal Negara (KN) Nipa milik Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Kupang berhasil bersandar di Pelabuhan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, pada Selasa (27/1/2026) pukul 10.30 WITA.

Kapal tersebut membawa misi krusial yakni mengangkut 185 Kiloliter (KL) BBM jenis solar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Rote. Kehadiran pasokan BBM ini menjadi angin segar bagi sistem kelistrikan di beranda selatan NKRI, mengingat tantangan logistik BBM di tengah kondisi laut yang tidak menentu.

Memanfaatkan Jeda Cuaca

Keberangkatan KN Nipa dilakukan dengan perhitungan matang. Lazarus Bole Padi, Kepala Seksi Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) dan Armada Kantor Distrik Navigasi Kupang, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi cuaca untuk memastikan keselamatan pelayaran.

"KN Nipa bertolak ke Pulau Rote setelah kami mendapatkan prakiraan cuaca dari BMKG bahwa pada Selasa 17 Januari ketinggian gelombang berada di bawah 2 meter. Kami memanfaatkan momentum ini agar pasokan BBM untuk membangkitkan energi listrik untuk masyarakat Rote segera sampai dengan aman," ujar Lazarus.

Kapal Negara (KN) Nipa milik Kantor Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Kupang yang berhasil bersandar di Pelabuhan Pantai Baru Rote pada pukul 10.30 Wita Selasa (27/01/2026).(Istimewa)

Transparansi Ketahanan Energi

Meski bantuan telah tiba, PLN tetap bersikap transparan mengenai kondisi kecukupan daya. Manager PLN Unit Layanan Pembangkit Listrik (ULPL) Kupang, Agung Subangun, merincikan dampak dari pasokan 185 KL tersebut terhadap durasi nyala listrik. 

"Pasokan 185 KL BBM ini akan memperkuat ketahanan listrik selama kurang lebih 4,6 Hari Operasi Pembangkit (HOP). Dengan rata-rata pemakaian 40 KL per hari untuk operasi mesin secara kontinyu 24 jam, kondisi ini memang belum sepenuhnya aman 100 persen, namun sangat krusial untuk mengurangi pemadaman meluas di tengah situasi sulit saat ini," kata Agung.

Apresiasi dan Kolaborasi Tanpa Batas

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang bahu-membahu mengatasi kendala logistik BBM. Kerja sama antar instansi ini merupakan bukti nyata dalam menjawabi tantangan di lapangan. 

"Terima kasih kepada Kantor Navigasi Kupang dan semua pihak yang telah membantu. Kami juga memohon dukungan doa dari seluruh masyarakat agar cuaca segera normal kembali sehingga pasokan BBM reguler dapat masuk dan kelistrikan di Pulau Rote pulih sepenuhnya," ujar Eko.

Proses Distribusi yang Ketat

Segera setelah bersandar, proses bongkar muat dari KN Nipa ke truk tangki pengangkut dilakukan di bawah pengawasan ketat dengan standar keamanan tinggi. PLN memastikan setiap liter solar tersebut segera didistribusikan ke tangki penyimpanan PLTD Rote untuk menjamin pelayanan listrik tetap berjalan untuk mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan pemerintahan di Kabupaten Rote Ndao.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan energi, sembari PLN terus berupaya maksimal mendatangkan tambahan pasokan BBM untuk mencapai status ketahanan stok yang ideal.(AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....