Sidang Klasis Fatuleu Timur Dorong Sinergi Gereja Pemerintah
- 22 Jan 2026 09:20 WIB
- Kupang
RRI,CO.ID,Kupang -Sidang Klasis Fatuleu Timur ke-XIV Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan Pemerintah Kabupaten Kupang. Kegiatan tersebut dibuka dalam ibadah Minggu di Gereja GMIT Betel Nunasi, Desa Tanini, Kecamatan Takari, Minggu (18/1/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede serta Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandie.
Pembukaan sidang dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Gereja GMIT Betel Nunasi yang dilakukan oleh Bupati Kupang, Ketua Sinode GMIT, dan anggota DPRD Kabupaten Kupang, Habel Mbate. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan antara gereja dan pemerintah dalam membangun kehidupan jemaat dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan gereja harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia berharap Sidang Klasis Fatuleu Timur dapat melahirkan program-program pelayanan gereja yang sejalan dengan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kupang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan GMIT sebagai dasar sinergi program pembangunan dan pelayanan gereja di wilayah Kabupaten Kupang. “Tujuan program pembangunan dan program pelayanan Gereja itu satu yaitu peningkatan derajat kehidupan masyarakat yang di dalamnya ada jemaat – jemaat. Karena itu Pemerintah Kabupaten Kupang membuka ruang seluas – luasnya bagi sinergitas program antar Pemerintah Kabupaten Kupang dan Klasis – klasis yang ada di Kabupaten Kupang,” ujar Yosef Lede.
Bupati Kupang juga menyampaikan bahwa meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah akan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia mengajak GMIT untuk terus mendukung program pemerintah, terutama dalam memotivasi jemaat memanfaatkan potensi lokal, khususnya di sektor pertanian.
Yosef Lede mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah memperoleh bantuan dari pemerintah pusat, antara lain alat dan mesin pertanian, pengembangan 700 hektare tanaman jambu mete, serta rencana pengadaan satu juta pohon kopi dan jeruk di wilayah potensial seperti Fatuleu, Takari, dan Amfoang. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pengembangan agrowisata.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandie, dalam suara gembalanya menekankan bahwa persidangan gereja pada hakikatnya adalah ibadah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta sidang untuk membangun relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama, agar keputusan-keputusan yang dihasilkan mampu meningkatkan mutu pelayanan di Klasis Fatuleu Timur.
Sidang Klasis Fatuleu Timur ke-XIV Tahun 2026 ini dihadiri oleh pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, Camat Takari, Ketua Majelis Klasis Fatuleu Timur, para pendeta se-Klasis Fatuleu Timur, serta warga jemaat setempat. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan gereja dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....