Wagub NTT: Forki Harus Sumbang Medali Emas PON
- 09 Jan 2026 13:24 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang: Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum meminta dan mengharapkan dengan tegas, agar atlet-atlet Karate Forki harus menyumbang medali emas di PON ke-22 Tahun 2028, saat NTT-NTB jadi tuan rumah penyelenggara. Menurutnya, satu keping medali emas sangat menentukan perengkingan satu Provinsi atau Negera pun dalam sebuah multi even olahraga.
Pada kesempatan tersebut, Ia secara tegas menanyakan kesiapan atlet, pelatih, dan pengurus bisa menyumbang medali emas di PON XXII 2028. Jawaban mereka diaminkan oleh Mantan Petinju NTT peraih Medali Emas Olimpiade, Johni Asadoma sebagai janji yang harus ditepati dan berproses mulai sekarang.
“Apakah karate siap menyumbangkan medali emas pada PON 2028? Siap. Apakah siap? Apakah Siap?,” ujar Wagub NTT seraya dijawab siap oleh atlet yang hadir.
“Baik, ini adalah janji dari seluruh keluarga besar Karate di Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu, kita harus mulai mempersipkan diri dari sekarang, dengan disiplin berlatih, tekun dan rajin berlatih, dan selalu ikut even-even seperti ini,” ujarnya.
Menurut Johni Asadoma, target NTT di PON Tahun 2028 minimal masuk urutan 15 besar dari 38 Provinsi di Indonesia. Karena sesuai catatan RRI, pada PON terakhir di SUMUT-ACEH September 2024, Kontingen NTT berada di urutan 19 peroleh mendali. Oleh karena itu, melalui even-even olahraga yang rutin dilaksanakan Pemerintah NTT melalui Dispora, merupakan upaya dukungan Gubernur dan Wakil Gubernur mempersiapkan diri sehingga sukses meraih prestasi di PON Tahun 2028 nanti.
“Saya dan Bapak Gubernur sangat mengharapkan keberhasilan karate di dalam meraih medali emas. Karena untuk masuk di peringkat PON, SEA Games, Asian Games, Olimpiade, yang dihitung adalah medali emas,” kata Johni Asadoma.
“Satu medali emas lebih tinggi nilainya di dalam perengkingan seratus medali perak, atau seratus medali perunggu. Karena itu yang harus nanti kita kejar adalah medali emas,” ujarnya.
Wagub NTT menyampaikan, untuk mencapai prestasi emas di PON, maka salah satu persiapan yang perlu terlaksana adalah, menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan. Karena hanya dengan kejuaraan, atlet bisa teruji kemampuannya, mengetahui teknik yang tepat, menempa mental tanding, sehingga bisa metang dan meraih medali emas.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Forki NTT melalui Sekertaris Blasius Lema menuturkan komitmennya bersama pengurus dan pelatih, rutin mempersiapkan atlet menuju tuan rumah PON XXII Tahun 2028. Salah satu program rutin yang dilaksanakan adalah, menggelar kejuaraan karate dengan berbagai kategori mulai usia dini, para usia dini, kadet, junior, senior, dan veteran.

Foto bersama Wakil Gubernur NTT usai upacara pembukaan turnamen kareta piala gubernur NTT seri I Tahun 2026
“Dalam rangka kita menyongsong PON ke-22 di NTT-NTB, Forki NTT telah merancang kegiatan pertandingan-pertandingan ke depan antara lain, piala kadispora NTT, kemudian piala ketua umum forki NTT yang kedua, sampai pada pelaksanaan Porprov September 2026. Ini akan dijadikan wadah mencari atlet-atlet berprestasi, demi NTT Emas, sebagaimana yang diserukan Gubernur dan Wakil Gubernur yakni, “Ayo Bangun NTT”, ujarnya.
Ketua Panitia penyelenggara, Oktovianus Lomi menyampaikan,
Piala Gubernur Open Tournament Karate NTT Battle Championship Seri 1 yang berlangsung pada 7-10 Januari 2026 diikuti oleh 850 atlet kategori usia dini, para usia dini, kadet, junior, dan veteran, official, dan pelatih dari berbagai perguruan di berbagai kabupaten/kota se-NTT. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dia Lagi Sports bekerjasama dengan Pengurus Provinsi Cabang Olahraga FORKI NTT, serta didukung oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT. (at)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....