Wagub NTT Dorong PERBATI Cetak Atlet Berprestasi untuk Harumkan Nama Daerah

  • 26 Jul 2026 17:07 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menghadiri pengukuhan dan pelantikan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) Kabupaten/Kota di NTT, di Eternal Lounge, Kelapa Lima, Kota Kupang, Sabtu 25 Juli 2026.

Adapun yang turut hadir dalam acara perwakilan dari Pengurus Besar PERBATI pusat Adam Taka Simanjuntak, unsur Forkopimda NTT, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jefri Pelt, para Ketua dan Pengurus PERBATI Kabupaten/Kota Se-NTT, para Atlet Tinju, Mantan Atlet Tinju, serta para Pelatih.

Pengukuhan dan pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Ketua Umum PB PERBATI sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan pembinaan olahraga tinju di Bumi Flobamorata.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan susunan pengurus PERBATI tingkat kabupaten/kota di sejumlah wilayah di Provinsi NTT masa bhakti 2026–2030 serta dirangkaikan dengan penyerahan bendera pataka oleh Adam Taka Simanjuntak yang mewakili Ketua Umum PERBATI pusat kepada para Ketua PERBATI provinsi NTT juga Ketua PERBATI kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Johni Asadoma dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pengurus Provinsi PERBATI NTT yang terus membangun konsolidasi organisasi sebagai fondasi penting dalam pembinaan olahraga tinju di daerah.

Wakil Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan PERBATI di sejumlah kabupaten/kota di NTT sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembinaan olahraga tinju di Nusa Tenggara Timur. Ia berharap para pengurus terlantik ini dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mampu mencetak atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, pengukuhan ini merupakan momentum untuk memperkuat organisasi, serta membangun komitmen bersama dalam mencetak atlet-atlet tinju yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional.

Wagub Johni mengisahkan, Olahraga tinju memiliki sejarah panjang dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia. Ia pun mengenang perjalanan panjang dunia tinju di NTT yang telah melahirkan banyak atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, tinju bukan sekadar cabang olahraga, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat NTT yang dikenal memiliki semangat juang yang tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Mantan Kapolda NTT ini juga berbagi cerita tentang pengalamannya saat masih aktif sebagai petinju. Ia mengakui bahwa olahraga tinju telah membentuk karakter, mental, dan kedisiplinannya sejak usia muda.

“Tinju telah menjadi bagian dari identitas olahraga NTT selama puluhan tahun. Provinsi NTT juga melahirkan petinju berprestasi yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Di generasi saya ada juga Nelson Oil kemudian Hermensen Ballo,”ujar Wagub Johni yang juga merupakan mantan atlet tinju nasional peraih medali emas SEA Games 1983.

Lebih lanjut, Wagub Johni berharap generasi muda NTT dapat menjadikan olahraga, khususnya tinju, sebagai wadah untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung pembinaan olahraga agar bisa mencetak atlet-atlet baru yang mampu mengembalikan kejayaan tinju NTT. Putra daerah asal Alor ini mengemukakan semangat para petinju terdahulu, harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama baik daerah hingga di kancah internasional.

"Terlebih kita akan menyambut PON 2028. Tinju NTT wajib menyumbang emas dalam pesta olahraga tersebut. Jika di PON kita punya prestasi bagus maka itu bekal untuk atlet-atlet tinju NTT terbang jauh lebih tinggi di level Sea Games bahkan Olimpiade," kata Johni.

Namun Wagub Johni mengungkapkan potensi tersebut harus dikelola melalui organisasi yang profesional, pembinaan yang berjenjang, serta kompetisi yang berkelanjutan. Karena itu, ia menyambut baik pelantikan pengurus dari delapan kabupaten dan kota, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Rote Ndao, Sabu Raijua, Malaka, dan Alor.

“Saya berharap kepengurusan yang baru dapat menyusun program pembinaan yang nyata. Dan saya harapkan acara ini bukan seremonial saja. Tapi setelah ini harus siapkan rencana kerja. Tidak usah muluk-muluk, yang penting PERBATI tiap daerah bisa data dengan jelas jumlah sasana di daerah masing-masing, data wasitnya, data dokternya, berapa pelatihnya, karena tanpa pelatih maka tidak ada kemajuan prestasi," ucapnya.

Johni menekan PERBATI untuk membuat jadwal latihan dan sparing yang teratur dan konsisten sesuai usia pembinaan atlet, lewat kejuaraan tingkat kabupaten atau antar kabupaten.

Tak lupa juga ia mengajak seluruh pengurus PERBATI untuk menjadikan organisasi ini sebagai rumah besar pembinaan atlet yang dikelola secara transparan, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada prestasi. Menurutnya organisasi olahraga harus mampu menjadi ruang lahirnya bibit-bibit atlet yang tidak hanya unggul dalam teknik bertanding, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai duta daerah.

Sementara itu, Adam Taka Simanjuntak yang mewakili Ketua Umum PERBATI pusat menegaskan kepada seluruh pengurus PERBATI kabupaten dan kota di NTT agar memprioritaskan pembinaan atlet sebagai program utama organisasi. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari aktivitas kepengurusan, tetapi juga dari lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi.

Pada kesempatan itu, ia meminta seluruh pengurus di daerah untuk membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, mulai dari pencarian bibit atlet, peningkatan kualitas latihan, hingga pendampingan atlet menuju kejuaraan tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar menghindari berbagai tindakan yang dapat mencederai nama baik organisasi dan dunia tinju, termasuk konflik internal, praktik yang tidak menjunjung tinggi sportivitas, serta tindakan yang bertentangan dengan aturan organisasi. Menurutnya, soliditas, integritas, dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam membangun prestasi olahraga tinju.

"Fokus utama kita adalah pembinaan atlet. Mari kita bekerja bersama untuk menciptakan iklim organisasi yang sehat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menghindari segala hal yang dapat merugikan atau mencederai dunia tinju yang kita cintai ini," ucapnya.

Melalui kepengurusan yang baru, diharapkan PERBATI yang baru dikukuhkan dan dilantik semakin aktif dalam melakukan pembinaan atlet, menyelenggarakan kompetisi secara berkelanjutan, serta berkontribusi dalam meningkatkan prestasi olahraga tinju di daerah.

Berikut Daftar nama-nama Ketua PERBATI tingkat Kabupaten/Kota di NTT :

1. Kabupaten Alor: Risky Marweki;

2. Kabupaten Kupang: Albert Neno;

3. Kabupaten Malaka: Bernadus Halan;

4. Kabupaten Rote Ndao: Bruce King Nitte;

5. Kabupaten Sabu Raijua: Mikael Wila Here;

6. Kabupaten Timor Tengah Utara: Jecky Mamengko;

7. Kabupaten Timor Tengah Selatan: Nixon Osingmahing;

8. Kota Kupang: Imelda Heldiana Taosu

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....