PB POBSI Tantang NTT Berprestasi Global
- 04 Jun 2026 12:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) menantang Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk segera meningkatkan pembinaan atlet dan memanfaatkan berbagai agenda besar biliar tahun 2026 sebagai pintu masuk menuju prestasi internasional.
Tantangan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PB POBSI, Ahmad Fadil Nasution, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengprov POBSI NTT di Kupang.

Menurut Ahmad, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga biliar Indonesia karena sejumlah turnamen bergengsi akan digelar di dalam negeri, mulai dari level nasional hingga dunia.
Agenda terdekat adalah Indonesia International Open yang akan berlangsung pada 1–4 Juli dengan total hadiah mencapai 100 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,75 miliar. Turnamen internasional tersebut menjadi kesempatan emas bagi atlet-atlet daerah, termasuk NTT, untuk merasakan atmosfer kompetisi kelas dunia.
"Kami mengundang teman-teman dari NTT untuk ikut ambil bagian. Jika ada kebutuhan administrasi atau dukungan lainnya, PB POBSI siap membantu," kata Nahmad.
Tak hanya itu, PB POBSI juga telah menjadwalkan Kejuaraan Nasional pada 8 Agustus mendatang yang akan menjadi ajang pemetaan kekuatan atlet dari berbagai daerah.
Puncaknya, Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Biliar yang akan digelar di Bali pada 28 September 2026 untuk tiga nomor pertandingan.
Ahmad menilai kepercayaan dunia internasional tersebut menjadi bukti bahwa olahraga biliar Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global.
"Olahraga kita sudah semakin diakui. Industrinya bergerak dan berkembang. Ini menjadi peluang bagi daerah untuk melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pengprov POBSI NTT tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah berbagai agenda besar tersebut. Sebaliknya, kepengurusan yang baru dilantik harus segera melakukan pembinaan, penjaringan atlet, serta peningkatan kualitas kompetisi di daerah.
Selain aspek prestasi, Ahmad juga mengingatkan pentingnya menjaga citra positif olahraga biliar di tengah masyarakat.
Menurutnya, biliar saat ini telah berkembang menjadi olahraga profesional yang semakin inklusif dan jauh dari stigma negatif yang selama ini melekat.
Ia mencontohkan pada ajang SEA Games terakhir, tim biliar Indonesia diperkuat enam atlet yang berhasil menyumbangkan dua medali perak dan tiga medali perunggu. Menariknya, dua atlet putri yang memperkuat tim nasional merupakan atlet berhijab.
Hal tersebut, menurut Ahmad, menunjukkan bahwa olahraga biliar telah bertransformasi menjadi cabang olahraga modern yang terbuka bagi semua kalangan.
"Kita harus menjaga harkat dan martabat olahraga biliar. Saat ini ekosistemnya sudah jauh lebih baik dan semakin profesional," tegasnya.
Dengan rangkaian Indonesia International Open, Kejuaraan Nasional, hingga Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan, PB POBSI berharap NTT mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi dan memperkuat posisinya di peta biliar nasional. (As)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....