BBKSDA NTT Tangani Anak Komodo yang Masuk Pondok Warga di Manggarai Timur
- 08 Apr 2026 16:50 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) menangani seekor anakan biawak komodo yang masuk ke pondok milik warga di Dusun Londang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Satwa dilindungi tersebut selanjutnya diperiksa dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Laporan warga diterima pada 5 April 2026, setelah seekor anakan komodo ditemukan berada di dalam pondok milik warga. Hasil identifikasi menunjukkan komodo tersebut memiliki panjang tubuh 42 sentimeter dengan berat 0,08 kilogram dan termasuk dalam kelas umur hatchling atau anakan baru menetas.
Setelah diperiksa, komodo tersebut dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di kawasan Watu Pajung, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas. Dalam siaran pers diterima RRI, Rabu 8 April 2026, Kepala Balai Besar KSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, S.Hut.T.,M.Sc., mengatakan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat sangat penting dalam penanganan konflik satwa liar, khususnya satwa yang dilindungi.
“Kami mengapresiasi masyarakat yang segera melaporkan kejadian ini. Langkah cepat tersebut sangat membantu upaya penanganan agar dapat dilakukan secara aman, baik bagi warga maupun bagi satwa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemunculan komodo di sekitar permukiman perlu disikapi dengan hati-hati dan tidak boleh direspons dengan tindakan yang membahayakan satwa.
“Komodo merupakan satwa dilindungi yang harus dijaga bersama. Jika masyarakat menemukan satwa liar di sekitar permukiman, segera laporkan kepada petugas agar penanganannya dapat dilakukan sesuai prosedur,” katanya.
Selain melakukan penanganan lapangan, Balai Besar KSDA NTT juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai pentingnya menjaga komodo dan habitatnya. Masyarakat diimbau untuk tidak menangkap, melukai, memelihara, maupun memperdagangkan satwa liar yang dilindungi.
Pelepasliaran dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian habitat dan kondisi individu yang masih sangat muda. Untuk meningkatkan peluang bertahan hidup, komodo ditempatkan di atas pohon agar lebih aman dari ancaman predator dan memiliki kesempatan beradaptasi lebih baik di alam liar. (VFZ)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....