Roti Paung Kupang, Rasa Yang Memanggil Masa Lalu
- 23 Mei 2025 15:40 WIB
- Kupang
KBRN, Kupang : Setelah memilih untuk berpisah dengan Indonesia pada tahun 1999, terjadi gelombang pengungsian besar-besaran dari Timor Timur (sekarang Timor Leste) Para pengungsi bukan hanya membawa barang-barang, tetapi juga tradisi, budaya, dan cita rasa kuliner salah satunya roti Paung.
Roti Paung merupakan jajanan khas masyarakat Timor Leste yang sering dijadikan sebagai teman minum teh atau kopi. Bentuknya bulat atau buns dengan tekstur yang keras di luar namun lembut di dalam seperti roti sourdough dari Perancis.
Makanan ini paling pas disantap selagi panas atau hangat, karena jika telah dingin teksturnya akan mengeras dan sulit dimakan. Tidak hanya disajikan dengan rasa original, biasanya jajanan ini diberi selai atau mentega untuk menambah kelezatan cita rasa.
Saat ini, roti Paung banyak dijual di wilayah perbatasan bahkan sampai ke kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Namun banyak pembuat roti yang memodifikasi rasa dan tekstur, sehingga menjadikan makanan ini tak lagi sama dengan aslinya.
Ingin merasakan kelezatan roti Paung yang dimakan saat tinggal di Dili, Hilda Lasakar awalnya membuat jajanan ini bagi keluarganya. Setelah mendapat respon positif dan dukungan dari keluarganya, aci Hilda memutuskan untuk membuka usaha "Roti Paung Kupang".
Bermodalkan rasa yang membekas di lidah, ia mengelola usaha tersebut dari rumah sejak Januari 2024 hingga saat ini. Meski hanya dibuat dari bahan sederhana, roti paung buatan aci Hilda menyimpan kekuatan untuk membangkitkan ingatan lewat rasa.
| Baca juga: Mengolah Daging agar Lembut saat Dimasak |
"Awal mula jualan, kami pikir bisa diterima tidak ya, karena bayangan orang roti Paung tu keras. Tapi saya percaya bahwa dengan tekstur dan rasa yang saya dapatkan itu, akan bisa membuat orang jatuh cinta" kata aci Hilda.
Meskipun mendapat banyak orderan dari luar pulau Timor, aci Hilda tetap mempertahankan ciri khas "fresh from the oven". Tetap mempertahankan takaran pada bahan pembuatan roti menjadi kunci sukses, Roti Paung Kupang masih diminati hingga saat ini.
"Bahkan waktu itu, ada yang pernah chat dari Kalimantan untuk pesan, tapi kita belum berani pesan ke daerah sejauh itu. Kami tetap mempertahankan takaran yang sama, jadi bisa peroleh raasa dan tekstur yang sama seperti dari Timor Leste," ucap Aci Hilda.
Dibantu oleh putrinya Ling Ling, promosi Roti Paung Kupang dilakukan melalui media sosial dan radio dengan gaya kekinian. Usaha ini memberikan efek domino, bukan hanya untuk aci Hilda, tetapi bagi penjual bahan kue dan ojek online.
"Kita juga ada satu driver ojol langganan yang suka antar roti ke pelanggan, dia juga jadinya diuntungkan karena dapat order banyak. Bahannya kalau dipesan dari Jawa dan lain-lain tidak, kita tetap beli di Kupang jadi seperti UMKM support UMKM juga," ujar Ling Ling.
Meskipun berasal dari Republik Demokrat Timor Leste, roti ini juga menjadi makanan favorit masyarakat NTT, khususnya di pulau Timor. Roti Paung bukan sekadar makanan, tapi jejak budaya yang menyatukan dua wilayah yang kini berbeda namun memiliki satu tradisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....