Deteksi Dini TB pada Anak Penting untuk Cegah Stunting
- 07 Agt 2026 01:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupag — Banyak orang tua keliru menganggap penyakit Tuberkulosis (TB) pada anak selalu ditandai dengan batuk berdahak terus-menerus layaknya penderita dewasa. Padahal, gejala TB pada anak justru sering kali terselubung (tricky) dan berkamuflase dalam bentuk gangguan pertumbuhan yang berujung pada ancaman stunting.
Dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus Dokter Spesialis Anak, dr. Azaria Amelia Adam, Sp.A., M.Biomed, menegaskan bahwa gejala paling umum dari TB anak adalah berat badan yang tidak kunjung naik (weight faltering atau gagal tumbuh. "Anak yang terkena TB sering kali tidak batuk atau demam. Keluhan paling sering yang dirasakan orang tua adalah anak susah makan, berat badan tidak naik-naik, atau anak terlihat paling pendek di kelasnya," jelas dr. Azaria dalam program Obrolan Akamsi RRI Pro 4 Kupang, Rabu 5 Agustus 2026.
Menurutnya, infeksi TB kronis menyerang metabolisme tubuh anak sehingga nutrisi yang masuk tidak terserap maksimal untuk pertumbuhan. Jika kondisi ini dibiarkan selama berbulan-bulan, anak akan mengalami malnutrisi hingga stunting.
Dampak jangka panjang stunting akibat TB tidak hanya memengaruhi postur fisik, tetapi juga berisiko menurunkannya perkembangan otak dan tingkat IQ anak. Ia mengimbau para ibu agar rutin menimbang anak di Posyandu dan memperhatikan grafik pada buku Kartu Menuju Sehat (KMS/Buku KIA).
| Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin D untuk Tubuh |
Jika berat badan anak tidak naik selama dua bulan berturut-turut meskipun sudah diberi asupan nutrisi yang cukup, orang tua disarankan segera memeriksakan anak ke dokter spesialis anak. "Jangan tunggu sampai anak menjadi malnutrisi berat atau stunting baru berobat. Pengobatan TB pada anak sifatnya gratis dan dijamin oleh pemerintah melalui BPJS Kesehatan. Ketika TB-nya berhasil diobati, tumbuh kembang dan berat badan anak bisa kembali mengejar target idealnya," tambahnya.
Ia menekankan bahwa TB pada anak dapat disembuhkan total jika terdeteksi sejak dini, sehingga mendapatkan penanganan yang sesuai dengan tingkatan TB yang dialami. Diperlukan adanya kolaborasi aktif antara orang tua dan fasilitas kesehatan demi menyelamatkan masa depan anak-anak dari ancaman Tuberkulosis. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....