Sektor Kesehatan Masih Menjadi Tantangan Besar bagi Pembangunan NTT

  • 29 Jul 2026 10:41 WIB
  •  Kupang

RRI.CO,ID, Kupang - Di tengah upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Pemerintah Provinsi NTT menyoroti persoalan kesehatan yang masih memerlukan perhatian serius. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengingatkan bahwa sektor kesehatan masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan NTT.

“Prevalensi stunting di NTT masih berada pada kisaran 37 persen berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Selain itu, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 141 kasus kematian ibu dan 986 kasus kematian bayi, “ ujar Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, saat memberikan Kuliah Umum (Studium Generale) kepada mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun Akademik 2026 di GRHA Poltekkes Kemenkes Kupang, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Gubernur Melki Laka Lena, penyakit menular seperti tuberkulosis, HIV/AIDS, dan malaria juga masih menjadi ancaman di berbagai wilayah, sementara penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung terus meningkat seiring perubahan pola hidup masyarakat.

Di sisi lain, Menurut Gubernur, NTT telah memiliki infrastruktur pelayanan kesehatan yang terus berkembang, dengan 66 rumah sakit umum, tiga rumah sakit khusus, 207 puskesmas rawat inap, serta 234 puskesmas non-rawat inap yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Keberadaan fasilitas tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia kesehatan yang unggul agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.

"Kesehatan adalah investasi pembangunan daerah. Karena itu, transformasi kesehatan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk perguruan tinggi dan para mahasiswa sebagai agen perubahan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memaparkan lima peran nyata yang dapat mulai dilakukan mahasiswa sejak berada di bangku kuliah, yakni menjadi penggerak edukasi dan pencegahan stunting, aktif dalam Posyandu dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), mendorong deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular, memperkuat literasi kesehatan jiwa masyarakat, serta menghasilkan riset dan inovasi yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Mengakhiri kuliah umum, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Kupang dan mengajak mereka memulai perjalanan sebagai agen perubahan bagi pembangunan kesehatan di NTT.

"Kami percaya transformasi kesehatan NTT membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu, tetapi juga memiliki hati untuk melayani. Teruslah belajar, berinovasi, dan mengabdi dengan integritas. Jadilah agen perubahan yang menghadirkan harapan bagi masyarakat NTT," kata Gubernur.

Kegiatan ini dihadiri Para Wakil Direktur, jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Kupang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....