Kenali Ciri-Ciri TBC sejak Dini agar Penanganan Lebih Cepat

  • 28 Jun 2026 21:48 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ lain seperti tulang, kelenjar getah bening, otak, hingga ginjal.

TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Mengenali gejala TBC sejak dini sangat penting agar penderita dapat segera mendapatkan pengobatan. Penanganan yang cepat tidak hanya meningkatkan peluang kesembuhan, tetapi juga membantu mencegah penularan kepada orang lain.

TBC menyebar melalui percikan dahak atau droplet yang keluar saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi. Seseorang dapat tertular jika menghirup droplet yang mengandung bakteri TBC, terutama ketika berada dalam kontak dekat dan berlangsung lama dengan penderita yang belum menjalani pengobatan.

Namun, tidak semua orang yang terpapar bakteri TBC akan langsung sakit. Risiko menjadi lebih tinggi pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti penderita diabetes, HIV, lansia, anak-anak, atau mereka yang mengalami kekurangan gizi.

Berikut beberapa gejala TBC yang paling sering muncul.

1. Batuk Berkepanjangan

Batuk yang berlangsung selama dua minggu atau lebih merupakan salah satu tanda utama TBC. Batuk dapat disertai dahak, dan pada beberapa kasus dahak dapat bercampur darah.

2. Berat Badan Menurun Tanpa Sebab Jelas

Penderita TBC sering mengalami penurunan berat badan meskipun pola makan tidak berubah. Kondisi ini terjadi karena infeksi membuat tubuh menggunakan lebih banyak energi.

3. Demam Ringan yang Berulang

Demam akibat TBC biasanya tidak terlalu tinggi, sering muncul pada sore atau malam hari, dan dapat berlangsung selama beberapa minggu.

4. Berkeringat pada Malam Hari

Salah satu gejala khas TBC adalah keringat berlebih saat malam hari meskipun tidak berada di ruangan yang panas atau setelah beraktivitas.

5. Mudah Lelah

Infeksi TBC dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, cepat lelah, dan kurang bertenaga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

6. Nafsu Makan Menurun

Penurunan nafsu makan sering kali menjadi penyebab berat badan penderita semakin berkurang.

7. Nyeri Dada atau Sesak Napas

Jika infeksi sudah memengaruhi paru-paru secara signifikan, penderita dapat merasakan nyeri dada saat bernapas atau batuk, bahkan mengalami sesak napas.

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi terkena TBC, antara lain:

  • Orang yang tinggal serumah dengan penderita TBC aktif.
  • Perokok aktif.
  • Penderita diabetes melitus.
  • Orang dengan HIV atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Lansia dan anak-anak.
  • Orang dengan gizi kurang atau malnutrisi.
  • Mereka yang tinggal di lingkungan padat dengan ventilasi yang kurang baik.

Apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. Dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan dahak untuk mendeteksi bakteri TBC.
  • Foto rontgen dada.
  • Tes cepat molekuler (TCM) untuk mendeteksi bakteri dan kemungkinan resistensi terhadap obat.
  • Pemeriksaan darah atau tes lain bila diperlukan.

Deteksi dini sangat penting agar pengobatan dapat dimulai sesegera mungkin.

TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Penderita harus mengonsumsi obat antituberkulosis (OAT) secara rutin sesuai petunjuk dokter selama beberapa bulan. Pengobatan tidak boleh dihentikan meskipun gejala sudah membaik, karena penghentian terapi sebelum waktunya dapat menyebabkan kekambuhan dan meningkatkan risiko bakteri menjadi kebal terhadap obat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan TBC meliputi:

  • Mendapatkan vaksin BCG pada bayi sesuai anjuran program imunisasi.
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
  • Menggunakan masker bila mengalami batuk atau saat merawat penderita TBC.
  • Membuka jendela agar sirkulasi udara di rumah tetap baik.
  • Menjaga pola makan bergizi untuk mendukung daya tahan tubuh.
  • Tidak merokok karena kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko penyakit paru.

Segera periksakan diri apabila mengalami batuk selama dua minggu atau lebih, terutama jika disertai penurunan berat badan, demam yang berkepanjangan, keringat malam, atau batuk berdarah. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu memastikan penyebab keluhan dan memungkinkan pengobatan dimulai lebih cepat bila memang terdiagnosis TBC.

Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih banyak ditemukan, tetapi dapat disembuhkan apabila terdeteksi dan diobati sejak dini. Kenali gejala seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, demam berulang, keringat malam, dan mudah lelah.

Jangan menunda pemeriksaan jika mengalami gejala tersebut, karena diagnosis dan pengobatan yang cepat dapat meningkatkan peluang sembuh sekaligus membantu mencegah penularan kepada orang lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....