ASEAN Dengue Day Jadi Pengingat Pentingnya Pencegahan DBD
- 15 Jun 2026 12:01 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Negara-negara di kawasan ASEAN kembali memperingati Hari Demam Berdarah Dengue ASEAN atau ASEAN Dengue Day setiap tanggal 15 Juni. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya demam berdarah dengue (DBD) sekaligus mendorong langkah pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
ASEAN Dengue Day pertama kali disepakati pada tahun 2010 dan mulai diperingati secara regional pada 2011 sebagai bentuk komitmen negara-negara ASEAN dalam memerangi penyakit dengue yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Asia Tenggara. Peringatan ini juga bertujuan memperkuat kerja sama antarnegara dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Tahun 2026, ASEAN Dengue Day kembali mengangkat pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, hingga masyarakat umum diajak untuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, dengue merupakan salah satu penyakit yang penyebarannya paling cepat di dunia. Sekitar 5,6 miliar penduduk dunia berada dalam risiko tertular dengue, dengan perkiraan 100 hingga 400 juta infeksi terjadi setiap tahun. Penyakit ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, termasuk kawasan Asia Tenggara.
DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala yang umum muncul antara lain demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya ruam pada kulit. Pada kasus tertentu, infeksi dengue dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan mengancam jiwa apabila tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Dalam rangka memperingati ASEAN Dengue Day, berbagai pihak mengajak masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan sederhana seperti melakukan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, penggunaan kelambu, obat nyamuk, dan menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Melalui peringatan ASEAN Dengue Day 2026, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh warga. Dengan lingkungan yang bersih dan kesadaran bersama, risiko penyebaran dengue dapat ditekan demi mewujudkan masyarakat ASEAN yang lebih sehat dan bebas dari ancaman DBD. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....