NTT Berhasil Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bawah Target Nasional
- 27 Jun 2026 20:26 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut angka kematian ibu dan bayi di daerah itu masih berada di bawah target nasional. Meski demikian, jumlah kasus kematian pada 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Staf Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi pada Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Emilia Hamid, saat siaran di RRI Kupang, Rabu, 24 Juni 2026 mengatakan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, hingga bayi baru lahir terus diperkuat di seluruh fasilitas kesehatan. “Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan yang berkualitas sejak masa kehamilan hingga persalinan,” katanya.
Menurut Emi, secara indikator capaian, NTT masih mampu mempertahankan angka kematian ibu dan bayi di bawah standar atau target nasional. Kondisi tersebut menunjukkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di NTT terus mengalami perbaikan.
“Jumlah kasus kematian ibu dan bayi pada 2025 meningkat dibandingkan 2024. Peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus memperkuat upaya pencegahan di lapangan,” ucapnya.
Emi menjelaskan, tingginya kasus kematian dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kondisi geografis NTT yang memiliki wilayah dengan akses pelayanan kesehatan yang masih sulit dijangkau.
Selain faktor geografis, keterlambatan keluarga dalam mengambil keputusan untuk membawa ibu hamil ke fasilitas kesehatan juga masih menjadi penyebab utama. “Kondisi tersebut sering kali menyebabkan pasien terlambat mendapatkan penanganan medis saat terjadi kegawatdaruratan,” katanya.
Dinas Kesehatan Provinsi NTT berharap berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, edukasi kepada keluarga, serta penguatan sistem rujukan dapat terus menekan angka kematian ibu dan bayi. Dengan kolaborasi seluruh pihak, diharapkan setiap ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi baru lahir memperoleh pelayanan yang aman, cepat, dan berkualitas sehingga kasus kematian dapat terus menurun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....