Dua Kasus Leptospirosis Pertama Ditemukan di Sumba Timur

  • 12 Mei 2026 09:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur melaporkan adanya dua kasus positif Leptospirosis yang ditemukan di wilayah tersebut. Kasus ini menjadi yang pertama kali terdeteksi di Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur, Rambu Umbu Djima saat wawancara di RRI Kupang, Selasa, 12 Mei 2026 mengatakan setelah tim surveilans Dinas Kesehatan menerima laporan dari RS Kristen Lindimara terkait adanya pasien dengan dugaan atau suspect Leptospirosis yang menjalani perawatan.

“Setelah dilakukan pengambilan spesimen dan pemeriksaan laboratorium di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kupang, hasil pemeriksaan keluar pada 10 Maret 2026 dan menyatakan dua pasien positif Leptospirosis,” jelas Rambu.

Lebiah lanjut ia mengatakan, Selain dua kasus positif, terdapat pula empat kasus suspect yang turut mendapatkan penanganan medis di RS Kristen Lindimara. Seluruh pasien diketahui merupakan orang dewasa.

“Semua pasien yang terkonfirmasi positif kini telah membaik dan dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif,” tambahnya.

Rambu menjelaskan Leptospirosis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui urin tikus yang mencemari air maupun tanah.

“Penyakit tersebut umumnya muncul saat musim hujan atau banjir karena kondisi lingkungan yang lembap memudahkan penyebaran bakteri. Gejala yang muncul dapat berupa demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga gangguan organ tubuh,” tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan air yang berpotensi tercemar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada Leptospirosis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....