Mengenal Zoonosis dan Berbagai Tantangan Pengendaliannya

  • 17 Jun 2026 17:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang - Penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, atau yang dikenal sebagai zoonosis, masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata di masyarakat. Memahami risiko ini dan bagaimana cara pencegahannya menjadi kunci utama untuk menghindari dampak fatal.

Medik Veteriner Ahli Pertama pada Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drh. Maria Yasint C. Zeingo, menjelaskan bahwa zoonosis adalah jenis penyakit yang ditularkan secara alami antara hewan dan manusia, baik dari hewan ke manusia maupun sebaliknya.

"Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, gigitan atau cakaran, konsumsi produk hewan yang tidak aman, maupun melalui lingkungan yang terkontaminasi," ujar drh. Maria saat diwawancarai.

Menurutnya, ada beberapa jenis penyakit zoonosis di NTT yang memerlukan perhatian dan kewaspadaan ekstra dari masyarakat, di antaranya:

  • Rabies
  • Anthrax
  • Brucellosis
  • Tuberkulosis (TBC)
  • Avian Influenza (Flu Burung)
  • Leptospirosis
  • Hantavirus

"Penyakit-penyakit tersebut perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, bahkan berpotensi mengancam jiwa apabila tidak ditangani dengan tepat," tegasnya.

Untuk menekan risiko penularan, drh. Maria menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini. Upaya tersebut meliputi vaksinasi pada hewan, penerapan biosekuriti yang ketat, pengawasan kesehatan hewan secara rutin, serta menjaga kebersihan lingkungan dan memastikan keamanan pangan yang berasal dari hewan.

Di balik upaya menjaga kesehatan hewan dan manusia, para dokter hewan di NTT dihadapkan pada berbagai tantangan berat dalam menjalankan tugasnya. drh. Maria mengungkapkan bahwa kondisi geografis dan faktor sosial di lapangan sering kali menjadi kendala utama.

Beberapa tantangan yang paling sering dihadapi antara lain:

  • Keterbatasan Fasilitas: Kurangnya sarana pendukung, terutama di daerah-daerah terpencil.
  • Rendahnya Kesadaran Masyarakat: Masih banyak warga yang belum memahami betul pentingnya menjaga kesehatan hewan.
  • Ancaman Wabah: Penanganan wabah penyakit menular yang bisa muncul secara tiba-tiba di lapangan.
  • Medan yang Sulit: Kondisi geografis yang tidak mudah saat harus memberikan pelayanan ke pelosok.

Selain harus kuat menghadapi situasi lapangan, para dokter hewan juga dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka.

"Perkembangan penyakit, metode diagnostik, serta teknologi di bidang kesehatan hewan terus mengalami perubahan. Kami harus terus belajar agar bisa memberikan penanganan yang tepat," pungkas drh. Maria. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....