Penuhi Instruksi Bupati Kupang, Puskesmas Baumata Kejar Sisa 21 Persen CKG
- 24 Apr 2026 15:57 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Entri data Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPTD Puskesmas Baumata pada Februari-April 2026 baru mencapai 29 persen atau setara 5.700 penduduk dari total penduduk 19.240 Penduduk. Meski baru 29 persen, Kabupaten Kupang masuk 5 besar se-NTT dalam Implementasi CKG.
Kepala UPTD Puskesmas Baumata drg. Rr.Ayu Larasati, kepada Wartawan Kamis 23 April 2026 menyampaikan bahwa, berdasarkan instruksi Bupati Kupang, target entri data CKG pada bulan Mei mendatang harus mencapai 50 Persen. Oleh karena itu, Ia bersama timnya berkomitmen untuk memenuhi target tersebut.
"Kita mulai entri data CKG itu sejak Februari dan hingga 17 April 2026. UPTD Puskesmas Baumata sudah mencapai 29 Persen," katanya.
"Kita masih kurang sekitar 4000. Dan Instruksi Bapak Bupati Kupang bulan Mei nanti sudah harus 50 persen. Jadi target kita di Baumata bulan Mei sudah itu berada di 9.620 penduduk yang sudah di entri datanya," ujar drg.Rr.Ayu Larasati.
drg. Ayu menuturkan, untuk mencapai target, UPTD Puskesmas Baumata membentuk tim entri data dan berkolaborasi dengan pemerintah desa, dan kecamatan. Ia menjelaskan, CKG ini telah menyasar kepada seluruh lapisan masyarakat dan anak-anak sekolah yang bertujuan untuk deteksi dini resiko penyakit.
Sebab, dalam CKG tersebut telah diterapkan empat pilar pelayanan kesehatan yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
"Jadi pelayanan kesehatan ini bagus, tidak menunggu harus kuratif dan rehabilitatif. Tidak tunggu sampai pengobatan, jadi kita bisa cegah penyakit-penyakit yang dideteksi dan langsung promotif sama preventif," ujarnya.
drg. Ayu merincikan sejumlah komponen dalam pelayanan CKG yakni: cek gizi, tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan mata, telinga, hepatitis, hati, jantung, kulit, sifilis, Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan kanker payudara serta pemeriksaan lengkap lainnya. Meski dilakukan pemeriksaan secara lengkap, ia juga mengakui bahwa Bahan Medis Habis Pakai terkadang mengalami kekurangan.
"Semoga koordinasi pemerintah memang sungguh-sungguh dengan kementerian sehingga mereka mau menyediakannya. Jadi tinggal tunggu permintaan dari masing-masing wilayah untuk permintaan di kemenkes mereka bisa drop. Jadi kita tidak saja kejar kuantitas tetapi juga peningkatan kualitas," ucapnya.
Selain itu, drg.Ayu menuturkan, untuk meningkatkan target entri data, Puskesmas Baumata memberikan pelayanan CKG dengan sistem jemput bola ke gereja, kantor desa, dan camat, serta fasilitas publik lainnya yang memungkinkan banyak orang hadir.
"Memang antusiasme masyarakat kalau untuk imunisasi anak biasa kita rutin jadi lumayan tapi kalau CKG untuk lansia masih kurang. Namun, kalau di tempat umum seperti rapat, bagi sertifikat atau kegiatan lain seperti di gereja, kantor camat itu disambut hangat oleh masyarakat," ujarnya.
Lebih lanjut drg. Ayu meminta kepada seluruh masyarakat di lingkup Puskesmas Baumata untuk turut berpartisipasi dalam setiap pelayanan CKG agar bisa mendeteksi penyakit yang diderita sejak dini. Ia berharap kolaborasi antara puskesmas, pemerintah desa, dan kecamatan yang selama terjalin baik terus tingkatkan, guna memberikan akses pelayanan publik yang lebih efektif dan efesien.

Camat Taebenu Rollanda P. C. Pellondou ketika ditemui Wartawan di Puskesmas Baumata, Kamis 23 April 2026.(Foto Aris Lake)
Sementara itu, Camat Taebenu Rollanda P. C. Pellondou juga mengatakan, Bupati Kupang telah menginstruksikan kepada setiap Puskesmas agar entri data CKG bisa mencapai 50 persen pada bulan Mei mendatang. Namun hingga saat ini Puskesmas Baumata baru mencapai 29 persen.
Melihat hal tersebut, kolaborasi kecamatan, puskesmas, dan pemerintah desa terus dibangun untuk memenuhinya dengan melakukan berbagi kegiatan untuk menambah 21 persen dalam akhir bulan. Meski diarahkan untuk mencapai target, Camat Rollanda menegaskan bahwa ia akan tetap mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas.
"Karena kita lihat bahwa jangan sampai CKG ini hanya berdasarkan kuantitas, tapi kami juga dipikirkan bahwa kualitasnya juga tetap dan harus dipertahankan, bahkan harus ditingkatkan," kata Rollanda. Selain itu Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah menyambut baik program CKG ketika pelaksanaan berlangsung di lapangan.
Lebih lanjut Camat Rollanda berharap, dengan hadirnya program CKG, seluruh masyarakat di Kecamatan Taebenu bisa sadar akan pentingnya kesehatan. Ia juga menekankan agar setiap warga selalu rutin dalam melakukan pemeriksaan kesehatan menggunakan fasilitas BPJS kesehatan tanpa menunggu sakit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....