Musim Hujan, Warga Kupang Diminta Waspada DBD

  • 10 Feb 2026 10:33 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang-Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali menjadi perhatian masyarakat seiring meningkatnya curah hujan di Kota Kupang. Musim penghujan dinilai sebagai periode rawan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut, sehingga diperlukan kewaspadaan dan langkah pencegahan sejak dini di lingkungan masyarakat.

Kepala Puskesmas Penkase Oeleta Kota Kupang, dr. Yoseph Desipung, dalam wawancara di program Halo RRI edisi Senin, 09 Februari 2026 di Pro 1 RRI Kupang mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat satu kasus DBD pada seorang anak berusia delapan tahun yang telah dirujuk ke rumah sakit. Ia menjelaskan wilayah kerja Puskesmas Penkase Oeleta mencakup Kelurahan Alak dan Penkase Oeleta, dengan sistem pelaporan kasus dilakukan secara berjenjang mulai dari RT, kelurahan, hingga puskesmas.

Setelah menerima laporan kasus, tim surveilans puskesmas langsung turun ke lokasi untuk melakukan edukasi dan pencegahan melalui gerakan 3M Plus. Upaya tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Petugas juga membagikan abate dan mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Menurut dr. Yoseph, DBD memiliki tingkat keparahan yang berbeda, mulai dari demam dengue hingga kondisi berat yang disertai perdarahan dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri jika mengalami demam selama dua hingga tiga hari. Pemeriksaan dini melalui tes NS1 penting dilakukan untuk mendeteksi virus dengue dan mencegah kondisi yang lebih serius.

Ia menambahkan, terdapat kecenderungan penurunan kasus DBD berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, salah satunya berkat program pengendalian nyamuk seperti penerapan nyamuk ber-Wolbachia di beberapa wilayah. Namun pada musim hujan, risiko tetap meningkat karena nyamuk mudah berkembang biak di genangan air bersih, termasuk pada sampah plastik yang menampung air hujan.

Dr. Yoseph menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, RT, kelurahan, hingga tokoh masyarakat dan agama, dalam meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tidak ragu melaporkan kasus demam yang dicurigai sebagai DBD dan segera mencari layanan kesehatan. Kerja sama lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menekan penyebaran DBD di Kota Kupang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....