Kasus TBC NTT Rendah Akibat Skrining Belum Maksimal

  • 04 Feb 2026 15:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat masih berada di bawah target nasional. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya mencerminkan situasi sebenarnya, karena cakupan skrining TBC di wilayah tersebut masih belum dilakukan secara maksimal.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Maria Elisabeth Anggreini, S.Farm., Apt., MPH, mengatakan rendahnya angka temuan kasus lebih disebabkan oleh keterbatasan jangkauan pemeriksaan dibandingkan penurunan penularan TBC itu sendiri. “Target nasional penemuan kasus TBC adalah 90 persen. Di NTT, capaian kita masih mendekati angka tersebut, namun belum sepenuhnya tercapai. Artinya, masih ada kasus di masyarakat yang belum terdeteksi,” kata Maria.

Ia menjelaskan, Dinkes NTT terus mendorong peningkatan skrining massal mulai dari tingkat provinsi hingga puskesmas, dengan fokus pada populasi umum dan kelompok kontak erat pasien TBC. Semakin luas skrining dilakukan, semakin akurat gambaran kasus TBC yang dapat diperoleh.

Menurut Maria, hingga saat ini belum dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan kasus TBC di NTT. Hal tersebut karena data yang tersedia masih berasal dari hasil skrining awal dan membutuhkan penegakan diagnosis lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM), sejumlah wilayah di NTT menunjukkan temuan positif. Namun, data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring peningkatan skrining. Dinkes NTT menilai skrining merupakan kunci utama dalam upaya eliminasi TBC.

Tanpa penemuan kasus yang optimal, rantai penularan berpotensi terus terjadi di masyarakat. Ia menambahkan, peningkatan partisipasi masyarakat dalam skrining akan membantu pemerintah memperoleh gambaran riil situasi TBC di NTT sekaligus mempercepat upaya pengendalian dan eliminasi penyakit menular tersebut. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....