Aktif Bergerak Sejak Muda Turunkan Risiko Hipertensi

  • 26 Jan 2026 07:08 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang- Menjaga aktivitas fisik sejak usia muda hingga paruh baya, berperan penting dalam mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia senja. Ahli epidemiologi dari Universitas California, San Francisco (UCSF), Kirsten Bibbins-Domingo, menjelaskan bahwa banyak remaja dan orang dewasa muda memiliki tingkat aktivitas fisik yang cukup tinggi, namun kebiasaan tersebut cenderung menurun seiring bertambahnya usia, terutama ketika memasuki masa kerja dan berkeluarga.

Menurut sciencealert, meskipun olahraga diketahui mampu menurunkan tekanan darah, mempertahankan aktivitas fisik pada tingkat yang lebih tinggi dari rekomendasi minimum saat ini sangat penting, khususnya pada masa dewasa muda. Hipertensi sendiri merupakan kondisi serius yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, hingga demensia, dan sering kali tidak disadari penderitanya.

Dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 5.000 orang dewasa di empat kota di Amerika Serikat yang dipublikasikan pada April 2021, para peneliti melacak kondisi kesehatan peserta selama hampir 30 tahun melalui pemeriksaan fisik rutin dan kuesioner terkait kebiasaan olahraga, merokok, serta konsumsi alkohol. Tekanan darah diukur secara berkala, dan hasilnya menunjukkan bahwa aktivitas fisik menurun drastis dari usia 18 hingga 40 tahun, bersamaan dengan meningkatnya kasus hipertensi.

Penulis utama penelitian, Jason Nagata, menyebut hampir separuh peserta dewasa muda memiliki tingkat aktivitas fisik yang tergolong rendah dan berkaitan erat dengan munculnya hipertensi. Penelitian ini menemukan bahwa mereka yang rutin melakukan olahraga intensitas sedang selama lima jam per minggu, dua kali lipat dari rekomendasi minimum, memiliki risiko hipertensi yang jauh lebih rendah, terutama jika kebiasaan tersebut dipertahankan hingga usia lanjut.

Namun, Nagata mengakui bahwa menjaga aktivitas fisik secara konsisten bukan perkara mudah. Transisi dari sekolah ke dunia kerja, keterbatasan waktu, serta tanggung jawab keluarga kerap menjadi penghalang bagi orang dewasa muda untuk tetap aktif bergerak.

Para peneliti menekankan pentingnya intervensi sejak dini melalui program promosi kesehatan yang mendorong aktivitas fisik berkelanjutan. Upaya ini dinilai krusial untuk menekan angka hipertensi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di usia lanjut. (JR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....