UNDANA Percepat Transformasi Kampus Hijau, Audit Mandiri Berbasis UI GreenMetric

  • 29 Sep 2026 14:14 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Universitas Nusa Cendana (UNDANA) terus memperkuat langkah menuju tata kelola kampus hijau dan berkelanjutan. Tidak sekadar mengandalkan aksi penghijauan, UNDANA mulai mendorong pengelolaan keberlanjutan yang lebih terukur melalui data, dokumen, indikator, serta mekanisme evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Akselerasi Tata Kelola Kampus Hijau Berkelanjutan Berbasis UI GreenMetric melalui Inisiasi Panduan dan Dokumen Checklist Audit Mandiri di Universitas Nusa Cendana 2026.”

Program ini dipimpin oleh Nuraini Kusuma Andriyani, S.AP., M.AP. sebagai ketua tim, bersama Ardy Yosafat Pandie, S.Sos., M.Si. dan Jems Yerison Kanaf, S.Sos., M.AP. sebagai anggota tim dosen. Pelaksanaan program turut melibatkan tiga mahasiswa, yakni Anggita Aulia Destianti Madjid, Marcella Saputri Wantura, dan Antonius Sanjuan Laga.

Salah satu agenda penting program tersebut adalah Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026, di lingkungan UNDANA. Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan berbagai pihak dalam mengidentifikasi kebutuhan, tantangan, sekaligus merumuskan langkah konkret dalam memperkuat tata kelola keberlanjutan universitas.

Tidak berhenti pada FGD, rangkaian program juga dilanjutkan melalui sosialisasi secara langsung dari Satgas UI GreenMetric ke berbagai fakultas dan unit kerja di lingkungan UNDANA. Sosialisasi tersebut diarahkan untuk memperkenalkan sekaligus mendiseminasikan Buku Panduan UI GreenMetric dan Dokumen Checklist Audit Mandiri, sehingga setiap unit kerja memiliki pemahaman yang lebih seragam mengenai indikator, kebutuhan data, serta pengisian instrumen evaluasi.

Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pentingnya mengubah berbagai aktivitas keberlanjutan yang telah dilakukan menjadi data dan evidence yang terstruktur. Berbagai program lingkungan yang selama ini berjalan di fakultas, program studi maupun unit kerja dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung agenda kampus berkelanjutan.

Namun, aktivitas tersebut perlu diperkuat dengan dokumentasi dan data yang dapat ditelusuri serta diverifikasi. Data, misalnya, tidak cukup hanya mencantumkan angka.

Setiap data perlu memiliki sumber, periode, satuan, dan dasar perhitungan yang jelas. Begitu pula dokumentasi kegiatan perlu memuat informasi mengenai lokasi, waktu, bentuk pelaksanaan, serta bukti implementasi.

Dalam konteks inilah checklist audit mandiri dihadirkan sebagai instrumen praktis bagi unit kerja. Melalui instrumen tersebut, setiap unit dapat memetakan kondisi aktual sekaligus melihat sejauh mana suatu indikator telah memiliki kebijakan, program, pelaksanaan, data capaian, dan bukti pendukung.

Dengan demikian, evaluasi keberlanjutan tidak hanya dilakukan ketika universitas membutuhkan data untuk pemeringkatan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pengelolaan universitas sehari-hari. Kerangka UI GreenMetric sendiri mencakup berbagai dimensi pengelolaan universitas berkelanjutan, mulai dari infrastruktur dan ruang terbuka, energi dan perubahan iklim, pengelolaan sampah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian, hingga tata kelola serta digitalisasi.

Bagi UNDANA, berbagai aktivitas yang telah berlangsung di lingkungan kampus menjadi modal penting untuk membangun sistem keberlanjutan yang lebih kuat. Tantangannya adalah bagaimana aktivitas tersebut dapat terhubung dengan sistem data dan dokumentasi yang konsisten.

Melalui audit mandiri, setiap fakultas dan unit kerja diharapkan tidak hanya menjadi penyedia data ketika dibutuhkan, tetapi juga mampu memahami kontribusinya terhadap agenda keberlanjutan universitas secara keseluruhan. Pendekatan partisipatif melalui FGD dan sosialisasi juga memungkinkan tim memperoleh gambaran mengenai berbagai persoalan yang dihadapi unit kerja di lapangan, termasuk ketersediaan data, sumber daya manusia, dokumentasi, serta koordinasi antarunit.

Masukan yang diperoleh dari seluruh rangkaian FGD dan sosialisasi selanjutnya akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan Panduan Tata Kelola Kampus Hijau Berkelanjutan dan Dokumen Checklist Audit Mandiri UNDANA 2026. Instrumen tersebut diharapkan dapat membantu UNDANA membangun sistem pengelolaan keberlanjutan yang lebih terukur, terdokumentasi, berbasis data, dan dapat dievaluasi secara berkala.

Lebih jauh, program PKM ini tidak semata-mata diarahkan untuk mendukung kesiapan UNDANA dalam pemeringkatan UI GreenMetric. Lebih dari itu, program ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya tata kelola baru, di mana keberlanjutan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan dan pengelolaan universitas.

Dengan adanya panduan dan mekanisme audit mandiri, agenda kampus hijau diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan yang bersifat insidental. Keberlanjutan diarahkan untuk berkembang menjadi sistem yang terintegrasi dalam tata kelola universitas.

Pada akhirnya, kampus hijau bukan hanya tentang seberapa banyak ruang hijau yang dimiliki, tetapi juga tentang seberapa baik universitas mengelola sumber daya, menghasilkan data, mendokumentasikan praktik, mengevaluasi capaian, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Melalui langkah tersebut, UNDANA terus membangun fondasi menuju universitas yang lebih hijau, efisien, terukur, berbasis data, dan berkelanjutan, dengan keterlibatan seluruh sivitas akademika sebagai bagian penting dari proses transformasi tersebut. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....