KPID NTT Dorong Media Perkuat Konten Lokal di tengah Gempuran AI
- 28 Sep 2026 17:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) mendorong perubahan besar dalam ekosistem media, termasuk pola produksi dan distribusi informasi kepada masyarakat. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media penyiaran di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yakni konten lokal.
Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT, Kekson Fole Salukh, S. Tr. Par mengatakan, media lokal perlu memperkuat sumber daya manusia serta kemampuan memproduksi konten yang memiliki nilai dan kekuatan lokal.
“Jangan hanya mengikuti tren, tetapi bisa menghasilkan konten yang memiliki nilai dan kekuatan lokal. Konten tentang NTT adalah keunggulan yang saya pikir tidak dimiliki semua media,” kata Kekson dalam wawancara bersama RRI Kupang, Senin, 28 September 2026 pagi.
Menurutnya, perkembangan teknologi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang benar, terpercaya, dan memiliki konteks. Karena itu, jurnalis dituntut semakin adaptif, kritis, serta mampu menguasai teknologi dan memanfaatkannya dalam produksi konten.
Kekson juga mengingatkan penggunaan AI dalam kerja jurnalistik sebaiknya ditempatkan sebagai alat bantu atau bahan referensi, bukan menggantikan prinsip jurnalistik. Verifikasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap etika jurnalistik tetap menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas informasi yang disampaikan kepada publik.
Ia menilai media lokal juga perlu memiliki kemampuan multiplatform agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, namun tetap mempertahankan karakter dan kekuatan daerah. Menurutnya, media penyiaran di NTT memiliki peluang besar untuk menghadirkan informasi mengenai masyarakat, budaya, serta berbagai persoalan lokal yang dekat dengan kehidupan publik.
“Kita harus lebih adaptif, lebih kritis dan lebih menguasai teknologi. Teknologi akan berubah, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang benar, terpercaya dan memiliki konteks akan tetap ada,” ujarnya.
Kekson menambahkan, KPID NTT melihat lembaga penyiaran di daerah masih memiliki peran penting dalam menghadirkan konten lokal. Ia menyebut RRI dan sejumlah lembaga penyiaran di NTT telah menghadirkan program serta konten lokal sebagai bagian dari pelayanan informasi kepada masyarakat.
“RRI dan teman-teman LPS di NTT, saya lihat hari ini mereka cukup bagus punya program-program dan penyajian konten lokal,” katanya. Menurut Kekson, penguatan konten lokal perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di industri penyiaran.
Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya dimanfaatkan untuk mengejar kecepatan distribusi informasi, tetapi juga meningkatkan kualitas dan relevansi konten bagi masyarakat NTT. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....