di tengah Banjir Informasi, Radio dinilai Berperan sebagai Filter Informasi

  • 09 Sep 2026 12:17 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh informasi dari berbagai platform dalam waktu yang sangat cepat. Namun, derasnya arus informasi tersebut juga menghadirkan tantangan ketika masyarakat harus membedakan informasi yang benar, keliru, maupun belum terverifikasi.

Di tengah kondisi tersebut, radio dinilai masih memiliki peran strategis sebagai media yang membantu masyarakat memperoleh informasi secara cepat sekaligus terpercaya. Radio tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjadi penyaring sebelum informasi diterima oleh masyarakat luas.

Anggota KPID NTT sekaligus mantan penyiar radio, Yohanes Hendro Teme, mengatakan karakter radio justru semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, radio dapat mengambil posisi sebagai media yang melakukan penyaringan terhadap informasi yang beredar di tengah masyarakat.

“Saya menganggap radio sebagai alat filter penyaring informasi,” ujar Yohanes Henro Teme saat diwawancarai RRI Kupang, Rabu, 9 September 2026. Ia menjelaskan, perubahan teknologi membuat radio tidak lagi hanya mengandalkan frekuensi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan berbagai platform digital.

Hendro menilai radio memiliki karakter berbeda dibandingkan media lainnya karena informasi dapat diterima pendengar secara langsung melalui suara. Karakter tersebut membuat radio tetap relevan sebagai sahabat masyarakat yang dapat menemani berbagai aktivitas sekaligus menghadirkan informasi, hiburan, dan pendidikan.

Menurut Hendro, tantangan radio saat ini bukan sekadar mempertahankan keberadaan siaran konvensional, melainkan memastikan kontennya tetap relevan bagi masyarakat. Karena itu, lembaga penyiaran perlu melakukan riset terhadap karakter pendengar serta mengevaluasi program agar mampu menjawab kebutuhan audiens yang terus berubah.

Ia juga mendorong radio melakukan konvergensi dengan platform digital seperti TikTok, YouTube, Facebook, dan Instagram tanpa kehilangan karakter utama sebagai media penyiaran. Adaptasi tersebut dinilai penting agar radio tetap hadir di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi muda.

Hendro optimistis radio tetap memiliki masa depan karena kekuatan utamanya terletak pada kedekatan dengan pendengar dan kemampuannya menyampaikan informasi secara cepat. Dia pun mendorong insan penyiaran terus kreatif menghadapi persaingan media digital. (DB)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....