Digitalisasi Dorong Efisiensi Pengelolaan Sampah di Kota Kupang

  • 22 Sep 2026 11:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan efisiensi penanganan dan pengurangan sampah di Kota Kupang. Koordinator Divisi Sekretariat Satgas Penanganan dan Pengurangan Sampah Kota Kupang sekaligus Kepala Bidang Tata Lingkungan, Christo Vorando Amalo, SIP., M.M., dalam Dialog Kupang Menyapa di RRI Kupang mengatakan persoalan sampah saat ini tidak lagi sebatas masalah kebersihan, tetapi membutuhkan sistem pengelolaan yang efektif, cepat, dan terukur.

Christo menjelaskan, perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengelola sampah berdasarkan data. Menurut dia, penggunaan aplikasi dapat membantu pemerintah mengetahui lokasi timbulan sampah, volume sampah, hingga posisi armada pengangkut. “Kita bekerja berdasarkan data. Kalau kita tidak ada data, kita akan kerja meraba-raba,” ujarnya.

Ia mengatakan, Satgas Penanganan dan Pengurangan Sampah Kota Kupang saat ini tengah mengembangkan sistem aplikasi yang nantinya dapat mengintegrasikan berbagai informasi mengenai persampahan. Pengembangan aplikasi tersebut masih dalam proses, termasuk pengumpulan data yang diperlukan agar sistem dapat berjalan secara optimal.

Sebagai langkah awal, Satgas bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang telah memasang GPS pada armada pengangkut sampah. Menurut Christo, keberadaan GPS akan membantu memantau posisi dan rute armada pengangkut sampah.

Ke depan, masyarakat diharapkan dapat mengetahui keberadaan armada ketika terdapat timbulan sampah yang belum terangkut. “Masyarakat bisa melihat di aplikasi, ada truk sampah yang lokasinya dekat dengan timbulan ini, sehingga bisa dikoordinasikan untuk dilakukan pengangkutan,” katanya.

Christo menambahkan, digitalisasi juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, kelurahan, komunitas, dan bank sampah. Saat ini, pelaporan dari kelurahan masih banyak dilakukan melalui WhatsApp.

Dengan adanya aplikasi terintegrasi, informasi terkait timbulan sampah, volume, lokasi, serta armada diharapkan dapat terpusat sehingga proses penanganan lebih cepat dan terukur. Ia mengapresiasi inisiatif masyarakat, salah satunya Forum Kupang Green and Clean (KGC) di Kelurahan Liliba, yang telah menerapkan sistem digital melalui Sistem Informasi Bank Sampah Liliba (Siliba).

Sistem tersebut membantu pencatatan sampah yang disetor masyarakat secara digital sekaligus memudahkan pengelolaan data nasabah. Christo menilai inovasi semacam ini dapat mendukung upaya pengurangan sampah dari sumbernya, terutama melalui kebiasaan memilah sampah dari rumah.

Christo menegaskan, teknologi bukan satu-satunya solusi karena keberhasilan pengelolaan sampah tetap membutuhkan keterlibatan masyarakat. Ia menyebut pada 2026 timbulan sampah di Kota Kupang berdasarkan data Satgas mencapai sekitar 241 ton per hari, sehingga pengurangan sampah dari sumber dan pemilahan menjadi penting untuk mengurangi residu yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

“Sampah adalah tanggung jawab kita pribadi masing-masing,” katanya, seraya mengajak masyarakat mulai menangani dan mengurangi sampah dari rumah tangga masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....