Dosen dan Mahasiswa FKIP Undana Bagikan Cerita Pengalaman Lintas Budaya
- 05 Agt 2026 21:47 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pengalaman lintas budaya atau cross culture experience menjadi ruang belajar penting bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami perbedaan cara hidup, kebiasaan, hingga pola komunikasi masyarakat di negara lain. Hal tersebut dibagikan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam program English Corner pada Senin, 3 Agustus 2026 Pro 2 RRI Kupang.
Dosen Pendidikan FKIP Bahasa Inggris Undana, Merlyn Kristine Neloe, membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan dan melakukan penelitian di University of New South Wales, Sydney, Australia. Menurutnya, kehidupan di Australia memperkenalkan dirinya pada lingkungan yang sangat multikultural karena bertemu dengan masyarakat dari berbagai latar belakang negara dan budaya.
“Ada begitu banyak orang Indonesia, dan Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat besar,” ujar Merlyn, yang saat ini tengah menjalankan studi doktoral di University of New South Wales, Sydney, Australia. Ia menyebut keberagaman tersebut menjadi pengalaman berharga karena membuatnya semakin terbuka terhadap berbagai perspektif dan cara hidup masyarakat dari budaya berbeda.
Sementara itu, mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Undana, Filippo Louis Yoel Latupeirissa atau Philip, membagikan pengalaman mengikuti program SEA Teacher di Filipina selama hampir satu bulan. Ia ditempatkan di Don Mariano Marcos Memorial State University, San Fernando City, dan merasakan sejumlah perbedaan budaya meskipun lingkungan perkotaan di Filipina menurutnya memiliki kemiripan dengan Kupang.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Philip adalah ketika berinteraksi dengan masyarakat Filipina yang dinilainya sangat ramah dan terbuka menggunakan bahasa Inggris. “Mereka sangat ramah, dan sering kali saya menemukan bahwa mereka sangat suka membantu,” ungkap Philip, seraya mengatakan kemampuan bahasa Inggris masyarakat setempat membuat proses komunikasi terasa lebih mudah, meskipun ia sempat mengalami kesulitan memahami aksen yang digunakan.
Pengalaman lintas budaya juga menghadirkan keterkejutan budaya, mulai dari kedisiplinan waktu, transportasi, cuaca, makanan hingga kebiasaan sosial masyarakat. Merlyn menekankan pentingnya sikap terbuka ketika berada di lingkungan budaya berbeda, dengan tidak menjadikan budaya sendiri sebagai standar untuk menilai atau menganggap budaya lain salah.
Selain penyesuaian budaya, narasumber menekankan pentingnya menjaga identitas diri sebagai bangsa Indonesia di tengah keberagaman dunia. Marlyn mengingatkan agar interaksi lintas budaya dijadikan sarana memperluas wawasan tanpa kehilangan jati diri
“Jangan mudah menghakimi, tetapi jadilah orang yang ingin tahu dan tetap menghargai orang lain,” kata Merlyn, mengingatkan agar seseorang mau belajar dan menghargai keunikan budaya lain tanpa kehilangan identitas dirinya sendiri. Senada dengan itu, Philip menyampaikan bahwa pengalaman lintas budaya seharusnya menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru, karena semakin terbuka seseorang untuk belajar, semakin banyak pula hal yang dapat dipahami dari dunia di sekitarnya.
Melalui siaran langsung di YouTube dan aplikasi RRI Digital, program ini diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa serta masyarakat luas untuk berani mengeksplorasi dunia luar. Pembelajaran lintas budaya terbukti menjadi langkah penting dalam membentuk pola pikir yang lebih bijak dan inklusif. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....