Mahasiswi Hukum Undana Juara 1 Pilmapres LLDIKTI Wilayah XV Siap menuju Nasional
- 29 Mei 2026 18:42 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana (Undana), Karin Sarceani Bistolen, sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) LLDIKTI Wilayah XV NTT tahun 2026. Pencapaian luar biasa ini mengantarkan dirinya menjadi wakil resmi Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk melaju ke kompetisi tingkat nasional.
Kepada RRI pada Rabu, 27 Mei 2026, Karin mengungkapkan motivasi awalnya mengikuti ajang ini sama sekali bukan untuk mengejar gelar juara, melainkan murni demi memperkenalkan komunitas hukum yang didirikannya. Komunitas bernama Justicia tersebut ia bangun sebagai wadah bagi sesama mahasiswa hukum untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus ruang advokasi sosial bagi masyarakat.
"Awal tujuan motivasi aku untuk ikut Pilmapres sebenarnya bukan untuk juara, tapi untuk pure mempromosikan komunitas aku saja," ujar Karin saat diwawancarai dalam siaran Sore Ceria Pro 2 RRI Kupang. Ia mengatakan komunitas tersebut lahir dari keresahan akan minimnya ruang pengembangan diri bagi mahasiswa hukum.
Gagasan kreatif mengenai komunitas Justisia inilah yang sukses memikat hati para dewan juri mulai dari tingkat fakultas, universitas, hingga LLDIKTI karena dinilai sangat solutif dan berdampak nyata. Melalui program seperti street law dan literasi hukum, Karin bersama timnya aktif memberikan edukasi terkait perlindungan perempuan dan anak di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Menjelang seleksi tahap nasional, mahasiswi berprestasi ini tengah disibukkan dengan penyelesaian dokumen serta pematangan berkas gagasan kreatif hingga batas akhir tanggal 31 Mei 2026. Berdasarkan jadwal resmi dari Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), ajang puncak Pilmapres Tingkat Nasional tahun 2026 ini nantinya akan diselenggarakan pada tanggal 4 hingga 9 Agustus 2026.
Menghadapi persaingan ketat dengan universitas besar di Pulau Jawa, Karin menegaskan bahwa mahasiswa asal daerah memiliki kapabilitas yang sama dan tidak boleh merasa minder. Baginya, status sebagai anak daerah justru menjadi pembakar semangat untuk membuktikan kualitas intelektual yang mampu bersaing di kancah nasional.
Menurut Karin, mahasiswa berprestasi bukan hanya dinilai dari kemampuan akademik semata, tetapi juga dari pengalaman dan dampak nyata yang diberikan kepada masyarakat. “Mahasiswa berprestasi harus mampu menghadirkan inovasi dan punya pengalaman yang bisa memberi pengaruh positif di bidang yang ditekuni,” ucapnya.
Sebagai penutup, ia berpesan kepada seluruh generasi muda NTT agar menikmati setiap proses yang ada karena karakter tangguh tidak terbentuk secara instan dalam satu malam. Perjuangan panjang dan dedikasi sosial yang konsisten merupakan kunci utama bagi seorang mahasiswa agar bisa memberikan dampak yang bermakna bagi lingkungan sekitarnya. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....