UKWR RRI di Kupang Perkuat Kompetensi Etika dan Integritas Wartawan

  • 21 Jun 2026 11:29 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt, menyampaikan, dalam situasi seperti ini, wartawan dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai, profesionalisme yang tinggi, serta integritas yang kuat dalam menjalankan tugas jurnalistik. Wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan benar, berimbang, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan hal ini dalam sambutan pembukaan Uji Kompetensi Wartawa Radio (UKWR) RRI di Kupang, Minggi 21 Juni 2026, yang dibacakan oleh Asisten III Setda Provinsi NTT, Yahanes Oktovianus. Karena itu ia menegaskan, Uji Kompetensi Wartawan Radio menjadi instrumen yang sangat penting untuk memastikan bahwa, wartawan memiliki kemampuan, pengetahuan, serta pemahaman etika jurnalistik yang sesuai dengan standar yang ditetapkan Dewan Pers.

“Melalui UKWR ini, wartawan diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemberitaan, menjaga integritas profesi, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap media,” ujarnya tegas. Radio hingga saat ini masih menjadi salah satu media yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Timur.

Ia menuturkan, di berbagai daerah yang memiliki keterbatasan akses informasi, radio tetap menjadi media yang dekat dengan masyarakat. Karena menurutnya, Radio mampu menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dijangkau media lainnya.

Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang berkualitas, mendidik, menghibur, sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa. Oleh karena itu, kualitas sumber daya wartawan radio harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Pemerintah Provinsi NTT memandang bahwa, Pelaksanaan UKWR ini memiliki tujuan yang sangat mulia. Selain itu juga sangat relevan dengan kebutuhan dunia pers saat ini yakni:

Pertama, meningkatkan profesionalisme wartawan melalui standar kompetensi yang diakui oleh Dewan Pers. Profesionalisme merupakan fondasi utama dalam menjaga kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap media.

Kedua, memberikan pengakuan formal atas kompetensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Sertifikasi kompetensi menjadi bukti bahwa seorang wartawan telah memenuhi standar profesi yang ditetapkan dan memiliki kapasitas untuk menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

Ketiga, meningkatkan kualitas pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan terpercaya sebagai dasar dalam mengambil keputusan serta memahami berbagai dinamika yang terjadi di sekitarnya.

Keempat, mendorong wartawan untuk semakin patuh terhadap Kode Etik Jurnalistik. Etika merupakan landasan utama profesi kewartawanan. Kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan profesi.

“Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses uji kompetensi ini dengan sungguh-sungguh. Jadikan kegiatan ini bukan sekadar sarana memperoleh sertifikat, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, memperkuat integritas, dan meneguhkan komitmen sebagai insan pers yang professional,” ucapnya tegas.

Gubernur NTT juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat, mengedukasi publik, mengawal jalannya pemerintahan, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa pembangunan yang berkualitas membutuhkan ruang publik yang sehat, terbuka, dan informatif. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan insan pers harus terus diperkuat dalam semangat kemitraan yang profesional, independen, dan saling menghormati peran masing-masing.

“Saya juga mengajak seluruh insan pers untuk terus mengedepankan jurnalisme yang berkualitas, mengutamakan verifikasi dalam setiap pemberitaan. Pers juga harus menghindari penyebaran informasi yang belum terkonfirmasi, serta menghadirkan karya jurnalistik yang mampu memberikan edukasi, inspirasi, dan solusi bagi masyarakat,” ujarnya

Pers yang profesional akan melahirkan masyarakat yang cerdas. Pers yang independen akan memperkuat demokrasi. Dan pers yang berintegritas akan menjadi kekuatan penting dalam mendukung percepatan pembangunan daerah serta mewujudkan Nusa Tenggara Timur yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Akhirnya, saya mengucapkan selamat mengikuti Uji Kompetensi Wartawan Radio Tahun 2026 kepada seluruh peserta. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan wartawan-wartawan radio yang kompeten, profesional, berintegritas, serta mampu menjaga kepercayaan publik melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas,” katanya mengakhir sambutannya. (at)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....